Lintasan Sejarah 16 November 2020
Hari ini, Senin 16 November 2020 bertepatan dengan 30 Rabiul Awal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 26 Aban 1399 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Pembantaian Suku Inca oleh Spanyol
488 tahun yang lalu, tanggal 16 November 1532, seorang penjelajah asal Spanyol, Fransisco Pizarro, beserta pasukannya membantai suku Indian Inca di Peru. Penaklukan atas suku Inca itu melalui cara yang licik.
Jumlah pasukan Pizarro sebenarnya tidak sampai 200 orang. Namun untuk menaklukan ribuan orang suku Inca, mereka mengandalkan senjata api dan tipu muslihat.
Pizarro saat itu berhasil membujuk Raja Inca, Atahualpa, agar datang ke Cajamarca untuk menghadiri perayaan dia sebagai penguasa. Ketika perayaan berlangsung, Pizarro memerintahkan pasukannya untuk menembaki suku Inca yang hanya mengandalkan senjata tajam.
Pembantaian pun tak terelakkan. Hanya dalam satu jam, pasukan Pizarro membantai 5.000 orang suku Inca. Pasukan Pizarro berhasil menangkap Atahualpa. Raja Inca itu sempat dipaksa pindah keyakinan sebelum akhirnya dieksekusi mati pada 29 Agustus 1533 karena dianggap berupaya memberontak.
Meninggalnya Ebrahim Pourdavoud Periset Terkenal Iran
52 tahun yang lalu, tanggal 26 Aban 1347 HS, Profesor Ebrahim Pourdavoud meninggal dunia dalam usia 83 tahun.
Profesor Ebrahim Pourdavoud lahir ke dunia pada tahun 1264 HS di kota Rasht. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia pindah ke Tehran dan untuk kedua kalinya ia pergi ke Beirut untuk melanjutkan pendidikannya setelah menguasai filsafat dan kedokteran tradisional.
Profesor Pourdavoud kembali ke Iran tapi tidak untuk waktu yang lama dan setelah itu ia ke Jerman. Di negara ini ia memulai penelitiannya yang mendalam tentang tradisi, bahasa dan budaya kuno Iran. Buku Avesta dijadikan referensi utama dalam melakukan penelitiannya. Guna menyempurnakan studinya tentang Iran, kembali Pourdavoud menuju India dan mengajar di sana.
Peneliti besar Iran ini pada tahun 1315 HS diundang memberikan kuliah di Fakultas Literatur dan Hukum, Universitas Tehran dan sejak itu ia tinggal hingga akhir hayatnya di Iran. Pada tahun 1317 HS, Profesor Purdavoud menjadi anggota Akademi Internasional Seni dan Sains dan di tahun 1346 ia mendapat penghargaan sains dari Vatikan atas sumbangsihnya di bidang kemanusiaan.