May 21, 2021 05:10 Asia/Jakarta
  • 21 Mei 2021
    21 Mei 2021

Hari ini Jumat, 21 Mei 2021 bertepatan dengan 9 Syawal 1442 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 31 Ordibehest 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Shirin Meninggal Dunia

1332 tahun yang lalu, tanggal 9 Syawal 110 HQ, Ibnu Shirin seorang ahli fiqih dan hadis terkenal abad ke 2 hijriah, meninggal dunia.

Sejarah

Ibnu Shirin dilairkan di kota Bashrah, Irak selatan dan sejak remaja telah mempelajari ilmu, kezuhudan, dan ketabahan. Ibnu Shirin  sangat mengutamakan hadis-hadis Rasulullah Saw.

Dengan teliti dan hati-hati, dia menghapal banyak hadis-hadis tersebut. Ketelitiannya itu membuatnya jadi bahan rujukan para penulis terkemuka. Ibnu Shirin selama masa hidupnya mengenal 30 sahabat Rasulullah Saw dan dia banyak meninggalkan berbagai karya penulisan.

Imam Khomeini ra Kembali Masuk Rumah Sakit

32 tahun yang lalu, tanggal 28 Ordibehesht 1368 HS, Imam Khomeini ra kembali masuk rumah sakit.

Imam Khomeini ra, pendiri Republik Islam Iran

Begitu semakin jelas tanda-tanda pendarahan di alat pencernaan Imam Khomeini ra pada 28 Ordibehesht 1368 HS, beliau kembali sakit dan bahkan semakin parah. Para dokter siang malam melakukan pengecekan kesehatan beliau dan pada 31 Ordibehesht 1368 beliau dipindahkan ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.

Pasca operasi atas alat pencernaannya, rakyat Iran melakukan doa bersama di masjid-masjid di seluruh penjuru negeri mendoakan kesembuhan beliau. Akhirnya, setelah tim dokter mengerahkan segala kemampuannya agar kondisi fisik Imam Khomeini ra membaik, namun pada malam tanggal 14 Khordad 1368, beliau meninggal dunia.

Soeharto Mundur

23 tahun yang lalu, tanggal 21 Mei 1998, Jenderal Soeharto, Presiden Republik Indonesia yang telah berkuasa di negara itu selama 33 tahun, akhirnya terpaksa mengundurkan diri.

Sejarah

Soeharto meraih kekuasaan pada tahun 1965 menggantikan presiden pertama Indonesia, Ahmad Sukarno. Selama periode kekuasaan Soeharto, kebebasan berpendapat dan berpolitik amat dikekang, namun di bidang ekonomi, Indonesia sempat mencapai kemajuan pesat khususnya pada dekade 80 dan 90-an.

Krisis moneter yang melanda Asia pada tahun 1998 juga berimbas besar kepada struktur perekonomian Indonesia yang rapuh karena banyaknya korupsi dan kolusi. Krisis ini memberikan momentum kepada gerakan reformasi yang dipimpin oleh mahasiswa Indonesia.

Demonstrasi anti Soeharto yang meluas di seluruh negeri serta krisis ekonomi yang semakin memburuk membuat Soeharto akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dan menyerahkan kursi kepresidenan kepada wakil presiden saat itu, BJ Habibie.