Skandal Baru Elit Politik Barat
https://parstoday.ir/id/radio/world-i48259-skandal_baru_elit_politik_barat
Salah satu isu yang menghiasi halaman media massa Barat saat ini adalah isu terkuaknya skandal moral sejumlah elit politik Barat. Elit politik yang sebagian sikapnya terkadang mengkritik nilai-nilai moral sejumlah masyarakat. Padahal jika kita runut sejumlah contoh skandal moral elit politik Barat, maka kita akan memahami matinya moral di antara elit politik ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 16, 2017 07:38 Asia/Jakarta

Salah satu isu yang menghiasi halaman media massa Barat saat ini adalah isu terkuaknya skandal moral sejumlah elit politik Barat. Elit politik yang sebagian sikapnya terkadang mengkritik nilai-nilai moral sejumlah masyarakat. Padahal jika kita runut sejumlah contoh skandal moral elit politik Barat, maka kita akan memahami matinya moral di antara elit politik ini.

Seperti yang ditunjukkan oleh berbagai bukti, skandal moral elit politik Barat bukan hal baru dan terkadang terkuak skandal seksual di antara mereka. Satu waktu terkuak skandal Silvio Berlusconi, mantan perdana menteri Italia. Skandal ini membuat atmosfir Italia memanas dan bahkan Veronica Lario, istri Berlusconi saat itu dalam sebuah email yang ia kirim kepada Kantor Berita ANSA, memprotes hubungan suaminya dengan perempuan muda dan cantik.

Terkadang juga muncul berita hubungan haram Nicolas Sarkozy, mantan presiden Perancis dan di Amerika, skandal moral paling panas adalah hubungan ilegal Bill Clinton, mantan presiden AS dengan Monica Lewinsky.

Selama beberapa bulan ini, isu skandal seksual para petinggi dan elit politik Barat semakin gencar dipublikasikan secara serius. Peristiwa ini berawal dari pengaduan lebih dari 40 wanita terhadap Harvey Weinstein, sutradara Hollywood. Setelah bertahun-tahun bungkam, para wanita tersebut mulai melontarkan tudingannya kepada Harvey Weinstein.

Beberapa hari belakangan, terutama setelah publikasi The New York Times yang disusul New Yorker terkait dugaan keterlibatan produser kenamaan Hollywood, Harvey Weisntein dalam kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan, selebriti dunia pun ikut bereaksi.

Beberapa di antara mereka secara terbuka mengaku pernah jadi korban pelecehan seksual Weinstein di masa lalu. Sementara yang lain mengaku mengutuk apa yang telah dilakukan Weinstein selama puluhan tahun selama ia berkarier di dunia hiburan khususnya perfilman.

Sementara itu, ulah cabul raja industri film, Harvey Weinstein, yang bertahun-tahun melecehkan wanita membuatnya dipecat dari studio film miliknya sendiri. Istrinya, perancang Marchesa Georgina Chapman, pun memilih untuk bercerai meninggalkan Harvey.

Harvey Weinstein

Terbongkarnya dakwaan terhadap sutradara Holywood bukan saja berujung pada bermunculannya pengakuan para korban, bahkan juga merembet ke dunia politik serta memicu gelombang kekhawatiran di Barat. Perisitiwa ini juga mendorong arus anti pelecehan seksual di dunia maya. Dalam waktu singkat, sejumlah tokoh terkemuka bergabung dengan gerakan ini. Margot Wallstrom, menteri luar negeri Swedia termasuk tokoh yang mengaku mengalami pelecehan seksual saat berkerja di pemerintahan.

Tak lama kemudian gelombang skandal seksual mulai merambah parlemen Eropa. Koran The Sunday Times cetakan Inggris menulis, "Sebanyak 87 wanita dan enam pria yang menjadi staf parlemen Eropa mengalami pelecehan seksual." Koran ini di artikelnya menyebut parlemen Eropa sebagai lokasi yang tepat bagi pelecehan seksual. "Kejahatan ini dilakukan oleh sejumlah anggota tinggi parlemen Eropa," tulis The Sunday Times.

Mereaksi tulisan koran ini, sejumlah anggota parlemen Eropa menuntut penyidikan lebih terkait dakwaan tersebut. Antonio Tajani, Ketua Parlemen Uni Eropa saat mereaksi laporan ini mengatakan, "Saya syok dan marah." Sekedar syok dan terkejut tidak cukup untuk menyelesaikan kasus ini. Meski ada berbagai langkah sejak satu tahun lalu untuk meningkatkan kewaspadaan para staf parlemen, tapi masih harus dilakukan upaya lebih di bidang ini. Di sisi lain, meski ada upaya untuk menyembunyikan nama pelaku, namun The Sunday Times menulis nama Yves Cochet, mantan salah satu menteri di pemerintah Perancis dan wakil dari Partai Hijau.

Tak lama kemudian terdengar skandal seksual di parlemen Inggris. Berdasarkan laporan yang ada, ada sepuluh nama anggota parlemen dan menteri dari partai konservatif Inggris berada di list terdakwa pelaku pelecehan seksual. Michael Fallon, mantan menteri pertahanan Inggris termasuk salah satu terdakwa utama skandal pelecehan seksual ini dan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya setelah terbongkarnya perilaku tak terpuji dirinya dengan salah satu wartawan perempuan dan mendapat kritikan pedas.

Michael Fallon

Skandal ini juga melilit salah satu wakil partai Buruh Inggris dan kemudian tugasnya dibekukan karena pelecehan terhadap seorang perempuan. Kelvin Hopkins, 76 tahun dari Partai Buruh juga dicopot dari jabatannya karena melecehkan seorang gadis. Saat ini para staf wanita di parlemen Inggris membentuk grup di jejaring sosial dan mengancam akan membongkar perilaku tak senonoh pejabat terhadap mereka.

Kasus ini mendorong Perdana Menteri Inggris Theresa May di suratnya kepada para pemimpin partai politik negara ini memperingatkan tercorengnya citra parlemen Inggris. Di suratnya May menambahkan, "Saya akan berterima kasih kepada kalian dengan kapasitas dan wewenang kalian bersedia membantu sehingga kami mendapat jaminan bahwa kredibilitas parlemen tidak akan tercoreng akibat tudingan dari sejumlah aksi tak terpuji."

Theresa May mengatakan bahwa instruksi disiplin yang ada belum mampu menjadi sarana yang diperlukan untuk menindak para anggota parlemen nakal dan dari sisi undang-undang, instruksi ini tidak akan memaksa mereka untuk tunduk.

Sementara itu, kondisi di Kongres Amerika Serikat juga serupa dengan majelis Inggris dan Parlemen Eropa. Kantor Berita Associated Press di laporannya terkait hal ini menyatakan bahwa seorang anggota perempuan di Kongres AS saat ini dan tiga mantan anggota perempuan lainnya mengatakan kepada kantor berita ini bahwa selama mereka bertugas kerap mendapat pelecehan seksual oleh rekan kerja pria.

Anggota perempuan Kongres AS ini baik yang masih bertugas atau tidak mengatakan, peristiwa memalukan ini terjadi bertahun-tahun lalu atau beberapa dekade lalu ketika mereka masih baru di Kongres. Keempat perempuan tersebut adalah Linda Sánchez, anggota Kongres AS saat ini dan wakil dari California, Barbara Boxer, mantan senator, Mary Bono dan Hilda Solis.

Televisi CNN baru-baru ini merilis berita kontroversial lainnya di Amerika yang memiliki beragam dampak, di antaranya akan berpengaruh pada pemilu Senat negara ini. Di saat Roy Moore diajukan sebagai kandidat pemilu Senat dari kubu Republik di negara Alabama, seorang perempuan Amerika mengatakan bahwa ketika dirinya berusia 14 tahun dan Moore 32 tahun, kandidat Senat ini melecehkan dirinya.

Peristiwa ini terjadi tahun 1979 ketika Moore menjabat asisten jaksa negara bagian. Gadis 14 tahun tersebut yang kini berusia 50 tahun, sampai saat ini memilih bungkam. Ia bukan satu-satunya perempuan Amerika yang menjelaskan peristiwa ini. Dua perempuan Amerika lainnya mengatakan bahwa ketika mereka berusia 14 dan 17 tahun, Moore melakukan pelecehan seksual terhadap mereka. Mengingat bahwa hanya beberapa pekan hingga digelarnya pemilu Senat di negara bagian Alabama, jika dakwaan ini terbukti benar, maka akan memicu dampak yang serius.

Roy Moore

sejak lama mengklaim bahwa dirinya meyakini nilai-nilai komunitas Kristen, namun jika dakwaan tersebut benar, maka seluruh klaimnya akan dipertanyakan. Terbongkarnya skandal Moore mendorong banyak elit dari kubu Republik di Senat seperti Mitch McConnell, pemimpin Republik di Senat dan John McCain, senator senior kubu ini menuntut dicoretnya Moore dari list kandidat pemilu Senat.

Sarah Huckabee Sanders, juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa jika dakwaan pelecehan seksual ini terbukti kebenarannya, Presiden Donald Trump akan meminta Moore mundur dari pencalonan pemilu Senat.

Masih mengenai skandal seksual para elit politik Amerika, mantan senator dari negara bagian Oklahoma sebelumnya juga didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak dan baru-baru ini ia mengakui perbuatan cabulnya tersebut. Menurut laporan berbagai media, Ralph Shortey, mantan senator negara bagian Oklahama mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Di pengadilan ia didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap remaja 17 tahun dengan imbalan uang dan tiga dakwaan lainnya juga berkaitan dengan kasus serupa. Hukuman bagi pelaku eksploitasi seksual terhadap anak-anak di Amerika berkisar antara 10 tahun hingga penjara seumur hidup. Semantara vonis Shortey akan dibacakan tahun depan.

Menelusuri skandal moral elit politik Barat yang senantiasa mengklaim menjaga nilai-nilai kemanusiaan, kini muncul pertanyaan di benak mayoritas masyarakat dunia bahwa bagaimana para elit politik yang bergelimang dengan skandal seksual dan perbuatan cabul lainnya serta menodai nilai kemanusiaan, malah menuding orang lain melanggar nilai-nilai dan kebebasan? Telah tiba saatnya dunia Barat melihat kondisi masyarakatnya sendiri dan nilai-nilai yang ada di masyarakat tersebut ketimbang menebar tudingan terhadap pihak lain.