Entrepreneur Wanita dalam Perekonomian Dunia
https://parstoday.ir/id/radio/world-i53327-entrepreneur_wanita_dalam_perekonomian_dunia
Saat ini struktur ekonomi dunia sangat berbeda dengan masa lalu. Dulu, aset dan investasi memainkan peran penentu dalam sebuah perekonomian, tapi hari ini, inovasi, kreativitas, penawaran produk baru, dan aset perangkat lunak berperan sebagai penentu di dunia bisnis. Jika kemarin orang terkaya di dunia adalah mereka yang memiliki lebih banyak aset, hari ini orang terkaya di dunia adalah mereka yang berwawasan luas, kreatif, inovatif, dan berjiwa entrepreneurship.
(last modified 2025-11-30T09:45:39+00:00 )
Mar 14, 2018 14:50 Asia/Jakarta

Saat ini struktur ekonomi dunia sangat berbeda dengan masa lalu. Dulu, aset dan investasi memainkan peran penentu dalam sebuah perekonomian, tapi hari ini, inovasi, kreativitas, penawaran produk baru, dan aset perangkat lunak berperan sebagai penentu di dunia bisnis. Jika kemarin orang terkaya di dunia adalah mereka yang memiliki lebih banyak aset, hari ini orang terkaya di dunia adalah mereka yang berwawasan luas, kreatif, inovatif, dan berjiwa entrepreneurship.

Dalam sistem ekonomi berbasis entrepreneurship, para inovator dan pemilik ide merupakan aset utama sebuah perusahaan bisnis. Banyak pakar ekonomi menganggap entrepreneur sebagai sumber utama penciptaan aset dan sebuah nilai ekonomi. Gagasan terkini untuk pembangunan ekonomi menunjukkan bahwa entrepreneurship sangat erat kaitannya dengan pembangunan ekonomi dan sosial negara-negara dunia. Pembangunan ekonomi global saat ini didasarkan pada inovasi, kreativitas, dan basis pengetahuan.

Tanpa pengetahuan dan inovasi, tidak ada negara yang akan berhasil mencapai pembangunan dengan cepat. Negara-negara dengan kemampuan tinggi dalam produksi ilmu, sudah maju dari segi industri serta memiliki kapasitas ekonomi dan politik yang tinggi. Joseph Schumpeter, teoretikus kontemporer, menganggap entrepreneurship sebagai lokomotif pembangunan ekonomi. Dia percaya bahwa entrepreneur adalah seorang manajer pemilik ide dan inisiatif, di mana menciptakan kreativitas, siap menerima risiko, visioner, dan menghadirkan peluang emas.

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara pertumbuhan ekonomi dan jumlah entrepreneur di suatu negara. Sebuah negara dengan jumlah besar entrepreneur, dan yang lebih penting para entrepreneur terbaik, akan memiliki pertumbuhan bisnis dan ekonomi yang lebih pesat. Kewirausahaan akan menghasilkan pengembangan teknologi, produksi kekayaan di masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan.

Image Caption

 

Istilah entrepreneurship telah dikenal di dunia ekonomi sejak abad ke-16. Istilah ini telah berkembang seiring berjalannya waktu dan perubahan yang terjadi di sektor ekonomi. Ada banyak indikator dan definisi dalam memperkenalkan istilah entrepreneurship, namun semuanya menekankan pada inovasi, komitmen dan siap mengambil risiko.

Saat ini, entrepreneurship bukan sebuah bidang ilmiah baru, melainkan sebuah gaya hidup. Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki tekad, percaya diri, dan ingin mandiri. Dia adalah orang yang realistis dan berorientasi pada tujuan. Ciri khas lain seorang entrepreneur adalah memiliki kekuatan imajinasi, visioner, kekuatan pengambilan keputusan dan kemampuan dalam membangun relasi.

Entrepreneur siap menghadapi tantangan, dan menyikapi semua masalah dan hambatan secara positif, serta memanfaatkan pengetahuan dengan baik. Dia berusaha untuk mengubah ilmu yang dihasilkan di pusat-pusat riset menjadi pengetahuan untuk memproduksi produk, dan pada saat yang tepat, ia menawarkan produk baru dan kompetitif ke pasar.

Kebanyakan entrepreneur memulai bisnis mereka dengan membangun usaha kecil dan menengah (UKM). Perusahaan-perusahaan ini memberi kontribusi signifikan terhadap pengembangan industri maju dan penciptaan lapangan kerja, serta memiliki ketahanan yang tinggi dibanding perusahaan besar. Banyak perusahaan besar di dunia beralih ke sektor entrepreneurship untuk memecahkan masalah mereka.

Dengan melihat efisiensi sektor UKM, banyak pemerintah percaya bahwa mereka harus menciptakan peluang bagi pertumbuhan usaha kecil dan menengah di bawah pusat-pusat pertumbuhan serta taman industri dan teknologi, dan menyediakan dukungan sampai sektor UKM menjadi sebuah perusahaan yang mandiri.

Di negara-negara Asia Tenggara, usaha kecil dan menengah berperan sangat besar dalam membentuk dunia usaha dan industri, dan berkontribusi dalam perekonomian dan penciptaan lapangan kerja. Pengalaman di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan India mencerminkan pentingnya kewirausahaan dalam perekonomian.

Menurut Global Entrepreneurship Monitor (GEM), dari sekitar 2,4 miliar pekerja di dunia, keterlibatan laki-laki lebih besar sekitar 50 persen dibanding wanita dalam kegiatan wirausaha. Tentu saja, persentase ini bervariasi di setiap negara. Meski entrepreneur di kebanyakan negara adalah laki-laki, tapi jumlah entrepreneur wanita juga tumbuh signifikan.

Sektor entrepreneurship sedang berkembang pesat, dan kewirausahaan wanita telah menjadi perhatian di banyak negara di dunia. Sebagian peneliti percaya bahwa kegiatan kewirausahaan wanita memainkan peran penting dalam perekonomian sebuah negara. Wanita dalam waktu singkat mampu memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi negara mereka dengan terlibat di dunia usaha.

Statistik menunjukkan kegiatan ekonomi perempuan mencapai 25 sampai 35 persen dari total aktivitas dunia. Dari segi entrepreneurship, pada tahun 2012 hampir 12 persen dari pendiri usaha berbasis kewirausahaan di dunia adalah perempuan, dan jumlah ini naik 18 persen di tahun 2015.

Menurut data Global Startup Ecosystem Ranking pada 2015, jumlah entrepreneur wanita lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan riset Universitas Aston Inggris, letak geografis bisa mempengaruhi keputusan perempuan dan laki-laki untuk memulai wirausaha, termasuk startup.

Penelitian di 60 negara menunjukkan bahwa di banyak negara berkembang, jumlah entrepreneur wanita lebih tinggi daripada di negara maju. Pengusaha perempuan di Amerika Latin dan Asia Tenggara memiliki rangking tinggi, dan di Ekuador, lebih dari 30 persen wanita adalah entrepreneur.

Salah satu poin paling kontroversial seputar entrepreneur wanita adalah kegiatan kelompok ini terfokus di sektor jasa. Dalam hal ini, Fatemeh Moghimi, perempuan entrepreneur terbaik Dunia Islam pada tahun 2012 dan anggota Kamar Dagang Tehran, mengatakan, "Sayangnya, 70 persen kegiatan ekonomi wanita di dunia terkonsentrasi pada sektor jasa. Salah satu alasan mengapa wanita lebih cenderung di sektor ini, karena bisnis jasa memerlukan sedikit modal, dan karena mereka bermodal kecil, jadi tidak mampu menanggung risiko bisnis industri dan manufaktur."

Image Caption

 

Data menunjukkan bahwa perempuan hanya menerima sepersepuluh dari pendapatan dunia dan memiliki kurang dari satu persen kekayaan dunia. Ini menunjukkan bahwa sayangnya, perempuan tidak memiliki dukungan modal dan kepemilikan yang diperlukan untuk memulai kegiatan ekonomi mereka.

Di antara hambatan yang dihadapi entrepreneur wanita untuk bisa sukses di dunia bisnis adalah pandangan negatif sebagian masyarakat terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, tidak adanya iklim yang tepat untuk kehadiran mereka di dunia usaha, dan tanggung jawab yang berbeda antara perempuan dan laki-laki di masyarakat.

CEO of Iran's National Association of Women Entrepreneurs, Maryam Khavazi menilai salah satu kendala kerja bagi entrepreneur wanita dibandingkan pria adalah masalah tugas dan peran perempuan di masyarakat. Dia menambahkan, "Wanita, terutama entrepreneur wanita, harus memainkan beragam peran mulai dari peran sebagai istri, ibu, manajemen rumah tangga, sampai manajemen bisnis, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial. Makanya, menyeimbangkan antara kerja dan hidup adalah salah satu kendala utama bagi entrepreneur wanita meskipun mereka mencoba beradaptasi."

Meski di banyak negara dunia, tidak ada undang-undang yang tepat untuk partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi, dan masih ada keraguan tentang kemampuan mereka di dunia bisnis, namun peran perempuan di sektor entrepreneurship semakin meningkat.

Keahlian komunikasi, keterampilan sosial, pemanfaatan ide bersama, kecakapan melobi, dan kemampuan untuk membangun dan mengembangkan relasi, merupakan di antara kemampuan wirausahawan wanita, di mana bagi sebagian orang, hal ini akan membuat peran mereka lebih menonjol di sektor bisnis.