-
Rusia: Serangan Teror, Konsekuensi dari Kebijakan Eropa
Sep 11, 2016 08:35Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, menilai serangan teroris di Eropa sebagai konsekuensi dari kebijakan migrasi Uni Eropa yang tidak matang.
-
Mesir Menyambut Gencatan Senjata di Suriah
Sep 11, 2016 06:41Pemerintah Mesir menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Suriah, yang dicapai setelah upaya mediasi oleh Rusia dan Amerika Serikat.
-
Lavrov: Kesepakatan Rusia-AS Soal Suriah Dirahasiakan
Sep 10, 2016 14:45Menteri Luar Negeri Rusia mengumumkan, kesepakatan yang dicapai Rusia dan Amerika Serikat soal Suriah serta kerja sama melawan terorisme di negara itu, tidak akan dipublikasikan dan bersifat rahasia mengingat sensitivitas informasi-informasinya.
-
Salehi: Industri Nuklir, Simbol Strategis Iran dan Rusia
Sep 10, 2016 13:55Kepala Badan Energi Atom Iran, AEOI mengatakan, industri nuklir telah berubah menjadi sebuah simbol strategis antara Iran dan Rusia.
-
Rusia Prihatin dengan Uji Coba Nuklir Kelima Korut
Sep 09, 2016 13:27Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan keprihatinan setelah Korea Utara melakukan uji coba nuklir kelima pada hari Jumat (9/9/2016).
-
Swedia kembali Tegaskan Tolak Jadi Anggota NATO
Sep 09, 2016 12:23Pemerintah Swedia menegaskan kembali sikapnya bahwa mereka tidak akan mencari keanggotaan di NATO.
-
NATO: Rusia tidak bisa Intervensi Proses Keanggotaan Georgia
Sep 08, 2016 08:52Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, menolak klaim bahwa NATO menunda proses keanggotaan Georgia di aliansi itu karena takut membuat Rusia marah.
-
Soal Levada, Eropa Minta Rusia Ubah Keputusannya
Sep 07, 2016 07:33Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, meminta Rusia untuk mempertimbangkan kembali keputusannya dalam menetapkan sebuah lembaga survei independen sebagai agen asing.
-
Rusia dan Bolivia Tandatangani Kerjasama Militer
Sep 06, 2016 13:44Rusia dan Bolivia menandatangani kesepakatan kerja sama militer dua negara.
-
Hillary Prihatin Atas Intervensi Rusia dalam Pemilu AS
Sep 06, 2016 08:43Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyatakan kekhawatiran atas serangan cyber Rusia terhadap proses pemilu di negaranya.