Mayjen Mousavi Menyerukan Implementasi Penuh Perjanjian Keamanan Iran-Irak
-
Pertemun Mayjen Sayid Abdolrahim Mousavi dan Qassem Al-Araji
Pars Today - Dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menekankan perlunya implementasi penuh perjanjian keamanan antara kedua negara dan peningkatan tingkat kerja sama militer, politik, dan ekonomi untuk menjaga keamanan yang lebih besar di kawasan.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menginformasikan pertemuan dan dialog antara delegasi tingkat tinggi Irak yang dipimpin oleh Qassem Al-Araji, Penasihat Keamanan Nasional Irak dengan Kepala Staf Gabungan Angkata Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Sayid Abdolrahim Mousavi, di gedung Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran.
Di awal pertemuan, Mayor Jenderal Mousavi menekankan persaudaraan yang erat antara kedua negara dan mengatakan, "Salah satu perhatian terpenting Amerika adalah persaudaraan dan empati antara kedua negara, Iran dan Irak, yang dampak dan manfaatnya telah dipahami dengan baik oleh musuh."
Mengacu pada rencana jahat Amerika dalam menduduki Irak, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menyatakan, "Jika serangan baru-baru ini oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran tidak terjadi, mungkin niat AS untuk menguasai wilayah Irak tidak akan terlihat oleh semua orang."
Mayjen Mousavi kemudian menekankan perlunya implementasi penuh perjanjian keamanan antara kedua negara.
Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasionl Irak Qassem Al-Araji menekankan bahwa tidak seorang pun dapat merusak hubungan khusus dan mendalam antara kedua negara, Iran dan Irak.
Menurutnya, "Dalam perang 12 hari antara Israel dan Iran, yang menggugurkan sejumlah komandan militer, ilmuwan, dan orang-orang tak berdosa, bertentangan dengan harapan musuh, rakyat Iran berdiri dengan solidaritas dan persatuan di samping angkatan bersenjata, pemerintah, dan sistem Republik Islam Iran. Persatuan ini menunjukkan kebesaran dan kebesaran bangsa Iran."
Menekankan perlunya meningkatkan kerja sama militer, politik, dan ekonomi untuk menjaga keamanan yang lebih besar di kawasan, Penasihat Keamanan Nasional Irak menekankan posisi pemerintah Irak dan pemerintah regional mengenai pentingnya keamanan Iran.
Al-Araji mengatakan, "Kami berkomitmen untuk melaksanakan ketentuan perjanjian keamanan dengan Republik Islam Iran."
"Tidak ada negara yang diizinkan menggunakan integritas teritorial Irak untuk bertindak melawan keamanan negara-negara tetangga, terutama Republik Islam Iran," ujar Qassem Al-Araji.
Menteri Dalam Negeri Pemerintah Daerah Kurdi Irak, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menekankan tekad pemerintah untuk melanjutkan implementasi perjanjian keamanan antara kedua negara, termasuk pelucutan senjata kelompok anti-revolusi bersenjata di Irak utara, dan mengatakan, "Wilayah wilayah ini tidak akan menjadi sumber tindakan terhadap Republik Islam Iran."(sl)