Wamenlu AS: Amerika Membawa Maduro ke Pengadilan
-
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Pars Today - Menyusul "serangan militer besar-besaran" AS terhadap Caracas dan klaim penangkapan presiden Venezuela, Wakil Menteri Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Nicolas Maduro, Presiden Venezuela akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum. Ucapan yang mengindikasikan bahwa pengadilan akan diadakan terhadap Maduro di wilayah AS.
Menurut laporan IRNA mengutip situs surat kabar Le Figaro, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau Sabtu (03/01/2026) pagi waktu setempat, mengumumkan bahwa era baru telah dimulai untuk Venezuela, dan menyatakan bahwa Maduro "akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum" setelah ditangkap oleh AS.
Presiden AS mengkonfirmasi pada hari Sabtu (03/01) bahwa ia secara pribadi memerintahkan "serangan besar-besaran" terhadap Venezuela dan mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap.
Berita itu dilaporkan oleh situs koran populer Le Figaro, mengutip pesan yang diposting oleh Trump di jejaring sosial Truth Social, dan beberapa media Amerika juga telah mempublikasikannya kembali.
Pesan Trump menyatakan, "Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro. Ia telah ditangkap dan dibawa keluar negeri bersama istrinya. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan militer Amerika Serikat. Detailnya akan diumumkan kemudian. Konferensi pers akan diadakan di Mar-a-Lago hari ini pukul 11 pagi. Terima kasih atas perhatian Anda!"
Dalam laporan yang diperbarui, Le Figaro menambahkan, “Pasukan khusus AS telah menangkap Maduro, dan sebuah sumber resmi Amerika mengatakan kepada Reuters bahwa presiden Venezuela ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh unit khusus pasukan AS.”
Jaringan berita CNN menulis pada hari Sabtu (13/01) mengutip tim beritanya di Caracas, “Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat pada hari Sabtu, dan wartawan yang hadir di lokasi kejadian melaporkan bahwa intensitas ledakan sangat kuat sehingga jendela-jendela bangunan bergetar dan kemudian terdengar suara pesawat terbang di ketinggian rendah.”
CNN menambahkan, “Beberapa wilayah di kota Caracas mengalami pemadaman listrik dan wartawan dari jaringan berita ini mengatakan mereka mendengar suara pesawat setelah ledakan itu.”(sl)