Friksi Tel Aviv-Washington Meningkat, Israel Tidak Mau Membuka Penyeberangan Rafah
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i184364-friksi_tel_aviv_washington_meningkat_israel_tidak_mau_membuka_penyeberangan_rafah
Pars Today - Di tengah meningkatnya perselisihan antara rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat mengenai Dewan Pengawas Perdamaian Gaza, kabinet keamanan rezim telah memutuskan untuk menahan diri dari membuka Penyeberangan Rafah, meskipun ada permintaan dari Washington sebagai bagian dari fase kedua rencana Presiden AS.
(last modified 2026-02-01T17:53:24+00:00 )
Jan 20, 2026 12:50 Asia/Jakarta
  • Penyeberangan Rafah
    Penyeberangan Rafah

Pars Today - Di tengah meningkatnya perselisihan antara rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat mengenai Dewan Pengawas Perdamaian Gaza, kabinet keamanan rezim telah memutuskan untuk menahan diri dari membuka Penyeberangan Rafah, meskipun ada permintaan dari Washington sebagai bagian dari fase kedua rencana Presiden AS.

Menurut laporan IRNA pada hari Selasa (20/01/2026), surat kabar Zionis Yediot Ahronoth melaporkan bahwa kabinet keamanan Israel memutuskan Senin (19/01/2026) malam untuk tidak membuka Penyeberangan Rafah, dan menjelaskan bahwa keputusan ini dibuat dalam kerangka "konfrontasi dengan Amerika Serikat" mengenai implementasi fase kedua rencana Presiden AS untuk gencatan senjata Gaza.

Koran Zionis ini mengutip seorang pejabat senior Israel mengenai penentangan rezim Israel terhadap implementasi fase kedua rencana Presiden AS Donald Trump, dan menulis, "Kehadiran perwakilan dari Turki dan Qatar di Dewan Perdamaian Gaza tidak termasuk dalam kesepahaman awal antara Israel dan Amerika Serikat, dan wewenang serta peran dewan baru ini belum ditentukan dan sangat ambigu."

Hal ini terjadi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik domestik terkait implementasi fase kedua gencatan senjata.

Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Netanyahu, untuk menenangkan kemarahan domestik dan mencegah runtuhnya kabinet, telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Zionis Israel Gideon Sa'ar untuk menghubungi Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio guna menyampaikan kekhawatiran dan keberatan rezim Zionis Israel mengenai keanggotaan Qatar dan Turki di Dewan Pengawas Gencatan Senjata dan Pemerintahan Sementara Jalur Gaza.

Dalam hal ini, stasiun televisi Israel Channel 12 juga melaporkan dengan mengutip sumbernya, bahwa Rubio mengatakan kepada Netanyahu dalam panggilan telepon itu bahwa tidak ada jalan kembali bagi partisipasi Qatar dan Turki di Dewan Perdamaian dan bahwa keputusan ini telah dibuat secara definitif.

Kantor Netanyahu sebelumnya juga mengumumkan bahwa tidak ada koordinasi antara Amerika Serikat dan rezim Israel terkait pengumuman Dewan Eksekutif Gaza, dan bahwa Tel Aviv akan mengangkat masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Rubio, yang menunjukkan bahwa pejabat Washington dan Tel Aviv memiliki perbedaan pendapat yang serius tentang masa depan Gaza dan mekanisme pengelolaannya.(sl)