Tujuan Terselubung Tel Aviv Mencegah Kehadiran Jurnalis di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185212-tujuan_terselubung_tel_aviv_mencegah_kehadiran_jurnalis_di_gaza
Pars Today - Ketua Serikat Jurnalis Mauritania menyebut upaya Tel Aviv mencegah jurnalis ke Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya rezim Zionis untuk menyembunyikan kondisi menyedihkan di Gaza.
(last modified 2026-02-17T03:46:07+00:00 )
Feb 09, 2026 12:38 Asia/Jakarta
  • Jurnalis yang gugur syahid di Gaza
    Jurnalis yang gugur syahid di Gaza

Pars Today - Ketua Serikat Jurnalis Mauritania menyebut upaya Tel Aviv mencegah jurnalis ke Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya rezim Zionis untuk menyembunyikan kondisi menyedihkan di Gaza.

Melaporkan dari SANA, IRNA pada Senin (09/02/2026) menyebutkan pernyataan Ahmed Taleb Ould El Maaloum, Ketua Serikat Jurnalis Mauritania mengatakan bahwa pencegahan otoritas pendudukan Israel terhadap masuknya jurnalis asing ke Jalur Gaza bertujuan untuk menyembunyikan kebenaran, tidak merefleksikan kejadian di lapangan, serta menghalangi penyampaian fakta kepada opini publik global.

Ia menambahkan bahwa mengizinkan masuknya jurnalis ke Jalur Gaza akan mengungkap tingkat kehancuran dan pelanggaran hak-hak warga sipil. Liputan langsung media akan membantu menyampaikan gambaran akurat kepada dunia dan meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan perang.

Ketua Serikat Jurnalis Mauritania ini melanjutkan bahwa kelanjutan pencegahan akses jurnalis ke Gaza menunjukkan keinginan untuk menyembunyikan fakta dari media independen. Kehadiran lebih banyak media akan membuat opini publik global lebih sadar akan situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Taleb Ould El Maaloum menyerukan kepada serikat-serikat jurnalis, lembaga profesional, dan organisasi hak asasi manusia untuk menyuarakan tuntutan membuka jalur bagi tim media dan memungkinkan jurnalis menjalankan peran mereka dalam melaporkan fakta dari lapangan.

Ia menyatakan bahwa situasi Jalur Gaza memerlukan upaya terkoordinasi secara profesional dan hak asasi manusia untuk menjamin kebebasan kerja jurnalistik, agar jurnalis dapat mengikuti perkembangan dan menyampaikan penderitaan rakyat kepada dunia.

Kantor Informasi Pemerintah di Jalur Gaza dalam laporan terakhirnya tentang martir jurnalis di wilayah tersebut mengumumkan bahwa sejak awal perang pada 8 Oktober 2023 hingga kini, 260 jurnalis telah gugur di Gaza.(sl)