Menteri Garis keras Zionis Incar 'Jadikan Neraka' bagi Tahanan Palestina
-
Tahanan Palestina di penjara Zionis
ParsToday - Direktur Pusat Studi Tahanan Palestina merujuk pada perintah Menteri Keamanan Dalam Negeri rezim Zionis untuk mengintensifkan tindakan biadab terhadap tahanan Palestina, dan menyatakan bahwa Itamar Ben-Gvir berupaya mengubah penjara menjadi "sepotong neraka dan kuburan bagi para tahanan".
Melaporkan dari kantor berita Shehab, IRNA pada Senin, 16 Februari 2026, Riyad Al-Asyqar menyatakan bahwa Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, dengan memperketat kondisi penahanan dan tindakan represif terhadap tahanan Palestina, terutama menjelang bulan suci Ramadhan, berupaya mengubah penjara menjadi "sepotong neraka dan kuburan bagi para tahanan".
Ia menambahkan bahwa Ben-Gvir baru-baru ini meningkatkan serangannya ke penjara-penjara untuk memastikan secara pribadi memburuknya kondisi tahanan Palestina. Dengan tujuan menciptakan realitas pahit di penjara-penjara, berdampak negatif pada moral para tahanan, dan meningkatkan kecemasan keluarga mereka, ia mengambil foto dan video perlakuan buruk dan penghinaan terhadap mereka.
Direktur Pusat Studi Tahanan Palestina menambahkan bahwa serangan terbaru ini terjadi di Penjara Ofer di Tepi Barat, di mana Ben-Gvir mengawasi secara langsung penindasan dan perlakuan buruk terhadap tahanan. Perilaku yang merupakan ancaman langsung terhadap nyawa mereka.
Al-Asyqar melanjutkan bahwa Ben-Gvir menyalahgunakan posisinya untuk merampas hak-hak terjamin para tahanan dengan menerapkan aturan baru yang didasarkan pada perlakuan buruk, kelaparan, dan penyiksaan, serta menghancurkan pencapaian yang diperoleh melalui bertahun-tahun perjuangan dan mogok makan.
Ia mengatakan bahwa dalam penggerebekannya ke penjara, Ben-Gvir bertemu dengan para sipir dan menekankan perlunya perlakuan kekerasan terhadap tahanan serta merampas kebutuhan dasar mereka. Ia mengancam akan menghukum siapa pun yang melanggar instruksinya.
Pejabat Palestina ini menambahkan bahwa tingginya jumlah tahanan Palestina yang gugur dalam dua tahun terakhir, 88 orang dari total 325 syuhada sejak tahun 1967, merupakan konsekuensi langsung dari hasutan berkelanjutan Ben-Gvir dan menteri kabinet pendudukan lainnya serta permintaan berulang mereka untuk memperketat kondisi penahanan dan merampas perawatan medis serta makanan bagi tahanan Palestina.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) sebelumnya dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa penyiksaan biadab terhadap tahanan Palestina oleh rezim Zionis adalah kejahatan perang.
Hamas menambahkan bahwa penyiksaan biadab terhadap tahanan di Penjara Ofer di bawah pengawasan Ben-Gvir merupakan kejahatan perang dan tantangan terang-terangan terhadap hukum internasional.
Gerakan ini menyatakan bahwa diamnya komunitas internasional terhadap kejahatan terhadap tahanan Palestina dan pengesahan undang-undang hukuman mati menyebabkan rezim fasis ini terus melakukan tindakan biadab di dalam penjara.(sl)