Hizbullah: Perang Belum Meluas tapi Kami Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk
Jul 05, 2024 17:16 Asia/Jakarta
-
Hizbullah Lebanon dan Palestina
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan, belum ada kemungkinan perang akan meluas dalam waktu dekat ini, tapi Hizbullah, sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Syeikh Naim Qassem, Jumat (5/7/2024) kepada Sputnik menuturkan, situasi militer perang tidak ditentukan oleh analisa-analisa politik, tapi ditentukan oleh informasi-informasi dan perkembangan di medan tempur.
Ia menambahkan, "Hizbullah sudah mengumumkan bahwa front selatan Lebanon, adalah front pendukung. Kami telah menentukan area pertempuran antara 3-5 kilometer, fluktuatif di level militer dan intelijen."
Selain itu, kata Syeikh Naim Qassem, Hizbullah berkomitmen tidak menyerang sipil sampai detik ini, tapi kapan pun pasukan Israel, melanggar area pertempuran atau menyerang sipil, maka akan dibalas.
Menurutnya, Hizbullah percaya akan kehilangan sejumlah pejuang dalam perang ini, dan Israel, tidak salah ketika mengatakan telah melumpuhkan target-target khusus. Tapi Hizbullah, setiap hari menyerang target-target khusus, pangkalan, perwira militer, dan lokasi mata-mata.
"Capaian-capaian yang berhasil kami raih besar, dan di banyak kasus, Israel, tidak pernah mengumumkan jumlah korban yang sebenarnya," imbuh Syeikh Naim Qassem.
Pada saat yang sama, Wakil Sekjen Hizbullah menegaskan, delegasi Amerika Serikat dan Prancis, berusaha memisahkan front selatan Lebanon, dari front Gaza. (HS)