Mayoritas Zionis Tuntut Kabinet Netanyahu Jalin Kesepakatan dengan Hamas
Berdasarkan hasil survei, 67 persen pemukim Zionis menginginkan kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan tahanan Zionis dari Jalur Gaza.
Tehran, Parstoday- Hasil jajak pendapat saluran TV Israel 12 hari Minggu (7/7/2024) menunjukkan bahwa 54 persen Zionis percaya bahwa penyebab utama perang adalah tujuan pribadi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Selain itu, 67 persen pemukim Zionis menuntut agar kabinet Netanyahu memprioritaskan pembebasan tahanan Zionis.
Survei ini dilakukan sementara hasil survei lain yang diterbitkan pada hari Sabtu menunjukkan bahwa sebagian besar pemukim wilayah pendudukan lebih memilih kembalinya tahanan Zionis daripada melanjutkan perang.
Survei ini dilakukan bersamaan dengan dimulainya perundingan antara rezim Zionis dan gerakan Hamas di Doha, ibu kota Qatar.
Putaran pertama perundingan antara rezim Zionis dan gerakan Hamas mengenai pertukaran tahanan baru-baru ini berakhir di Doha, ibu kota Qatar.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi pada Jumat malam bahwa tim perunding akan melanjutkan negosiasi pekan depan.
Ehud Olmert, mantan Perdana Menteri rezim Zionis menekankan penggulingan kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mengatakan bahwa perang di Gaza tidak akan berakhir tanpa diadakannya pemilu.
Menyinggung kekuatan militer Hamas, Olmert menambahkan, setelah sembilan bulan perang Gaza, Hamas tetap stabil dan belum terkalahkan, oleh karena itu perang ini perlu diakhiri.
Ben Kaspit, analis surat kabar Zionis Ma'ariv juga menulis bahwa satu-satunya orang yang tidak menginginkan kesepakatan pertukaran tahanan adalah Perdana Menteri sendiri, karena dia tahu bahwa masalah ini akan menyebabkan jatuhnya kekuasaan kabinet Netanyahu.
Setelah sembilan bulan invasi tanpa hasil di Jalur Gaza, rezim Zionis tidak mencapai apa pun selain kejahatan, pembantaian, kehancuran, kejahatan perang, pelanggaran hukum internasional, pemboman organisasi bantuan dan kelaparan di wilayah ini, serta dukungan opini publik dunia.
Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah syuhada di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 38.000 orang dan jumlah korban luka mencapai lebih dari 87.000 orang.(PH)