Jubir Kemlu Iran: AS Harus Hormati Demokrasi Religius di Iran
https://parstoday.ir/id/news/event-i166462-jubir_kemlu_iran_as_harus_hormati_demokrasi_religius_di_iran
Parstoday - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menganggap sikap pemerintah Amerika Serikat, terkait pemilu presiden Iran, menunjukkan campur tangan yang tinggi negara itu dalam kebijakan destruktif terhadap Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 08, 2024 17:53 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani
    Jubir Kemlu Iran Nasser Kanaani

Parstoday - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menganggap sikap pemerintah Amerika Serikat, terkait pemilu presiden Iran, menunjukkan campur tangan yang tinggi negara itu dalam kebijakan destruktif terhadap Iran.

Nasser Kanaani, Senin (8/7/2024) dalam jumpa persnya mengatakan, penyelenggaraan pilpres setelah 50 hari gugurnya Presiden Iran, Syahid Ebrahim Raisi, dan partisipasi luas rakyat negara ini, menunjukkan demokrasi religius sudah mengakar di Iran.

Sehubungan dengan laporan tahunan pelanggaran hak asasi manusia AS, ia menuturkan, "Kemlu Iran, sudah menyusun laporan tentang bukti-bukti pelanggaran HAM di AS, dan berharap negara-negara pengklaim pembela HAM yang berusaha menggunakan HAM sebagai senjata untuk mencampuri negara lain, berkomitmen menjaga hak-hak dasar warganya sendiri."

Jubir Kemlu Iran menambahkan, perundingan-perundingan pencabutan sanksi Iran, tergantung pada kedua belah pihak yang berunding, dan dalam hal ini Iran, akan mengerahkan seluruh kapasitasnya.

Menurut Kanaani, peningkatan hubungan Iran, dengan negara-negara tetangga di berbagai bidang, termasuk pemulihan hubungan politik dengan beberapa negara kawasan yang sempat bermasalah, dan upaya memperkuat kerja sama di level kawasan dan transregional, adalah salah satu capaian pemerintahan Presiden Syahid Raisi.

Ia menegaskan, serangan apa pun yang dilakukan Rezim Israel, ke Lebanon, akan membahayakan keamanan dan stabilitas seluruh kawasan Asia Barat, dan dunia harus mencegahnya. (HS)