Komandan IRGC: Perintah Penangkapan Netanyahu, Kematian Politik Rezim Zionis
Nov 22, 2024 15:30 Asia/Jakarta
-
Komandan IRGC Mayjen Hossein Salami
Parstoday – Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, mengatakan untuk pertama kalinya para pejabat tinggi Rezim Zionis, diumumkan sebagai penjahat perang.
Mayjen Hossein Salami, Jumat (22/11/2024) menuturkan, perintah penangkapan Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Perang Yoav Gallant, oleh Mahkamah Pidana Internasional, ICC, adalah sebuah kemenangan besar bagi perlawanan Palestina dan Lebanon, serta simbol kematian politik dan keruntuhuan rezim penjajah.
Ia menambahkan, "Sekarang perang sudah terseret ke wilayah musuh. Jantung wilayah-wilayah pendudukan penuh dengan suara sirene dan bungker. Lebih dari setengah juta orang bersembunyi di bungker, dan jutaan lainnya terpaksa lalu lalang dengan perasaan takut dan dorongan untuk lari."
Menurut Komandan IRGC, Rezim Zionis, berada dalam krisis politik dan keterkucilan total. Para pejabat rezim ini bahkan tidak lagi bisa melakukan perjalanan secara bebas. Ini adalah kematian politik yang dinantikan selama bertahun-tahun.
"Untuk pertama kalinya para pejabat Rezim Zionis, diumumkan sebagai penjahat perang. Ini adalah sebuah kemenangan besar bagi perlawanan Palestina dan Lebanon, yang merupakan simbol keruntuhan dan kematian politik rezim penjajah," ujarnya.
Mayjen Salami menegaskan, "Hari ini mesin penggerak Perlawanan Islam, sudah nampak jelas, dan masa depan yang sarat dengan kemenangan lebih besar atas penindasan dan kekufuran, ada di hadapan kita." (HS)