Upacara Pengambilan Sumpah Perwira TNI dan Polri
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i101078-upacara_pengambilan_sumpah_perwira_tni_dan_polri
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sumpah dan melantik 700 perwira remaja TNI dan Polri pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2021, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 13, 2021 07:39 Asia/Jakarta
  • Upacara pengambilan sumpah perwira TNI dan Polri
    Upacara pengambilan sumpah perwira TNI dan Polri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sumpah dan melantik 700 perwira remaja TNI dan Polri pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2021, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

"Saya ucapkan selamat bertugas kepada para patriot muda Indonesia, buatlah orangtuamu bangga, buatlah Indonesia berjaya," kata Presiden Jokowi, di halaman depan Istana Merdeka Jakarta, sebagaimana dikutip Parstodayid dari Antaranews, Selasa (13/07/2021).

Upacara pengambilan sumpah itu dihadiri oleh delapan orang perwakilan perwira, yaitu empat orang perwira TNI-Polri peraih Adhi Makayasa, dan empat orang perwira TNI-Polri dari perwakilan agama (Islam, Katolik, Protestan, dan Hindu).

Sedangkan perwira remaja TNI-Polri lainnya mengikuti upacara dari akademi masing-masing, yaitu di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya, Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, dan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Terdapat 700 orang perwira remaja TNI dan Polri yang dilantik. Rinciannya, 227 orang perwira remaja lulusan Akademi Militer, 101 orang perwira muda lulusan Angkatan Laut (AAL), 91 orang perwira remaja Angkatan Udara (AAU), dan 281 orang perwira remaja lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

Sedangkan empat orang yang mendapatkan peraih Adhi Makayasa adalah Sermatutar Septian Haryono Pasaribu (AD), Sermatutar Always Giving Hamonangan Tiris (AL), Sermatutar Laode Abdul Muis (AU), dan Brigtar Hary Indrajati (Polri).

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi meminta agar para perwira remaja menjadi bagian kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang hebat untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

Perwira TNI/Polri Mengejar Perkembangan Zaman

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta perwira remaja TNI dan Polri mengikuti dan mengejar perkembangan zaman di dunia kemiliteran dan kepolisian, guna menjawab berbagai tantangan ke depan.

"Para perwira remaja yang saya banggakan, saudara-saudara harus mengikuti dan mengejar perkembangan zaman," kata Presiden Jokowi, di Jakarta.

Presiden menyampaikan di dunia kemiliteran pasti terjadi perkembangan luar biasa di dalam strategi, taktik, doktrin dan sistem persenjataan. Begitu juga di dunia kepolisian yang harus semakin canggih memberantas kejahatan digital, penegakan hukum, pemeliharan keamanan dan ketertiban serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Semua itu harus dihadapi dengan respons yang cepat, yang cerdas, yang tepat, yang profesional serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Presiden.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan perwira remaja TNI/Polri harus menjadi bagian kualitas SDM Indonesia yang hebat untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

"Sekali lagi ada penguasaan ilmu dan teknologi, ada mental dan karakter yang tangguh, yang tanggap, cepat, dan cerdas, ada karakter kebangsaan yang kokoh, menjaga NKRI dan menjaga Pancasila sejati," kata Presiden pula.

Perwira TNI-Polri Lindungi Pancasila dari Gempuran Ideologi Luar

Kepala Negara menyampaikan tanggung jawab perwira remaja TNI/Polri sangat besar, yakni harus terus melindungi Pancasila dari gempuran ideologi dari luar, menjaga bhinneka tunggal ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa, serta menjaga persatuan dalam keragaman Indonesia.

Selain itu, perwira remaja juga harus memegang teguh kode etik perwira dan jati diri sebagai TNI dan Polri, menjunjung tinggi kehormatan dan kecintaan sebagai perwira TNI dan Polri, memelihara kekompakan dan persatuan perwira TNI dan Polri dengan tetap menjaga kehormatan fungsi dan tugas masing-masing.

"Melangkahlah ke gelanggang pengabdian dengan tegar, dengan optimisme penuh rasa percaya diri," ujar Presiden.

Dia menyadari bahwa menjadi perwira TNI-Polri bukanlah hal yang mudah sebab harus melalui proses seleksi yang kompetitif dan ketat. Belum lagi, mereka harus kuat melampaui gemblengan yang sangat berat.

Namun, Jokowi mengatakan bahwa proses-proses itu bertujuan untuk membentuk ketahanan mental, kekuatan fisik, serta kedisiplinan yang tinggi. Selain itu, juga menjadi wujud persatuan antara akademi TNI dan akademi kepolisian

"Saya tahu Saudara Saudari telah melewati berbagai ujian dengan disiplin ilmu sesuai matra masing-masing, menguasai teknik, menguasai taktik, menguasai keterampilan yang dibutuhkan, memiliki karakter yang tanggap," katanya.

"Memiliki karakter yang tangguh, memiliki karakter kepemimpinan yang trengginas, yang menjadikan Saudara-Saudari menjadi putra putri terbaik Indonesia," sambung Jokowi.

Kendati begitu, dia menyebut bahwa perjalanan menjadi perwira TNI-Polri baru saja dimulai. Jokowi mengingatkan perwira remaja untuk selalu memegang teguh kode etik dan jati diri sebagai TNI dan Polri.

"Saya bangga bisa melantik saudara saudarai menjadi perwira remaja TNI dan polri, menjadi calon pemimpin Indonesia masa depan," ucap Jokowi. (Antaranews/Liputan6)