Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Tumbuh Pesat
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i111232-penjualan_kendaraan_listrik_di_indonesia_tumbuh_pesat
Kendaraan listrik berpeluang berkembang pesat di Indonesia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 18, 2021 07:55 Asia/Jakarta
  • Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Tumbuh Pesat

Kendaraan listrik berpeluang berkembang pesat di Indonesia.

Situs Kata data melaporkan, penjualan, pemanfaatan, hingga pengembangan teknologi jenis kendaraan ini diprediksi akan meningkat di masa depan. Meski jumlahnya belum banyak, tren peningkatan penjualan mobil listrik di Indonesia mulai terlihat.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pada 2020 terdapat 121 unit mobil listrik berbasiskan baterai yang dipasarkan oleh berbagai merek yang tergabung dalam asosiasi.

Per Mei 2021, angkanya naik hampir 70 persen mencapai 395 unit BEV yang dibeli konsumen. Jumlah tersebut tidak menghitung mobil dengan teknologi transisi seperti hybrid –memadukan mesin konvensional dan motor listrik, dan plug-in hybrid (PHEV).

Total penjualan keduanya sudah menyentuh angka lebih dari 1.000 unit pada 2020 dan Januari-Mei 2021 Sementara itu, PLN yang mendapat penugasan sebagai penyedia infrastruktur pendukung kendaraan listrik, juga melakukan estimasi pertumbuhan kendaraan listrik nasional.

 

 

Hal ini untuk menyesuaikan jumlah stasiun pengisian umum kendaraan listrik (SPKLU) yang perlu mereka siapkan tahun ke tahunnya. Berdasarkan proyeksi PLN, pada 2021 diperkirakan akan ada 689 unit mobil listrik. Angkanya akan bertumbuh signifikan pada 2022 mencapai sekitar 4.000 unit dan terus bertumbuh sampai 16 ribuan unit pada 2025 dan 65 ribu unit pada 2030.

Baterai mobil listrik mengambil porsi dominan dalam menentukan harga kendaran listrik.

Ketua Tim Pengembangan Baterai Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) BUMN Agus Tjahajana Wirakusumah, dalam penjelasannya di acara IDE 2021: Accelerating Investment in Electric Vehicle mengatakan, “Baterai itu kira-kira mewakili 35 persen dari biaya produksi kendaraan itu,”.

Berdasarkan kajian Electric Vehicle Outlook 2021 yang dikeluarkan BloombergNEF, terdapat tren penurunan harga yang konstan dan signifikan dalam 10 tahun terakhir untuk harga baterai sel lithium-ion untuk kendaraan listrik.

Baterai lithium yang pada 2010 masih dihargai US$1.191/kWh (sekitar Rp 17 juta), harganya tinggal US$138/kWh (sekitar Rp 1,9 juta) pada 2020. Singkatnya dalam satu dekade terakhir terjadi penurunan harga sampai 89 persen untuk teknologi baterai lithium yang menjadi jantung mobil listrik.(PH)