Greenpeace Hentikan Kapal Tanker Pertamina Bawa Minyak dari Rusia
Kapal tanker bertuliskan Pertamina Prime dicegat oleh aktivitas lingkungan hidup Greenpeace ketika membawa minyak dari Rusia
Greenpeace memblokir pengiriman minyak Rusia yang dibawa dua kapal tanker di lepas pantai Denmark pada Kamis (31/3). Salah satu yang diblokir adalah Kapal Pertamina Prime.
Aksi penolakan dilakukan oleh para aktivis organisasi pecinta lingkungan dengan berenang atau mengendarai kayak di perairan es di Frederikshavn untuk memblokir pengiriman minyak dari Rusia tersebut.
Alasan Greenpeace melakukan itu sebagai aksi untuk menyerukan larangan impor bahan bakar fosil dari Rusia, menyusul invasi negara yang dipimpin Vladimir Putin ke Ukraina.
"Pada pukul 11:00 (waktu setempat), para aktivis mulai memblokade supertanker Pertamina Prime, mencegah kapal lain Seaoath mendekatinya dan memblokir pengiriman minyak," kata juru bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager dikutip dari France24, Senin (4/4/2022).
Sebelumnya, situs Detik melaporkan, rencana PT Pertamina (Persero) membeli minyak Rusia jadi sorotan media asing. Pernyataan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk membeli minyak dari Rusia menjadi perhatian media asing.
Reuters pada 29 Maret 2022 lalu menerbitkan artikel berjudul "Indonesia's Pertamina Considers Buying Crude From Russia - CEO". Media internasional ini dalam tulisannya menilai Pertamina sedang mempertimbangkan membeli minyak mentah untuk produksi Kilang Balongan yang baru direnovasi.
Pertamina disebut melihat adanya kesempatan untuk membeli minyak dari Rusia dengan harga yang 'baik'. Disebutkan juga langkah ini secara politis tidak akan menjadi masalah dan Pertamina akan mengatur pembayaran minyak Rusia lewat India.
Meski begitu, Pertamina disebut sedang berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Bank Indonesia mengenai rencana tersebut. Di sisi lain, Pertamina juga dilaporkan telah mendekati beberapa penjual Rusia untuk membeli minyak mentah.
Dalam artikel itu pun Reuters mengungkit soal Indonesia yang saat ini menjadi Presidensi G20. Disebutkan juga Indonesia telah mengambil sikap netral di tengah konflik Rusia-Ukraina yang dinilai telah memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Dua hari berselang, nama Pertamina kembali disinggung Reuters dalam artikel mengenai daftar perusahaan yang menjadi pembeli minyak Rusia. Hal itu tercantum dalam artikel berjudul Factbox: Who is Still Buying Russian Crude Oil yang diterbitkan 31 Maret 2022.
Dalam artikel itu Pertamina disejajarkan dengan beberapa perusahaan minyak dan gas dari seluruh belahan dunia yang masih membeli minyak Rusia. Mulai dari beberapa negara Eropa hingga Asia.(Detik/PH)