Marandi: Tuntutan Utama Iran, Pencabutan Blokade Laut
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188748-marandi_tuntutan_utama_iran_pencabutan_blokade_laut
Pars Today - Mohammad Marandi, pakar isu strategis, menanggapi spekulasi tentang negosiasi Iran-AS di Pakistan, menyatakan bahwa salah satu tuntutan utama Iran untuk memasuki negosiasi adalah "pengumuman publik dan resmi pencabutan blokade laut" oleh Amerika Serikat.
(last modified 2026-04-21T03:58:08+00:00 )
Apr 21, 2026 10:53 Asia/Jakarta
  • Mohammad Marandi, pakar isu strategis
    Mohammad Marandi, pakar isu strategis

Pars Today - Mohammad Marandi, pakar isu strategis, menanggapi spekulasi tentang negosiasi Iran-AS di Pakistan, menyatakan bahwa salah satu tuntutan utama Iran untuk memasuki negosiasi adalah "pengumuman publik dan resmi pencabutan blokade laut" oleh Amerika Serikat.

Melaporkan dari IRNA, Selasa, 21 April 2026, Marandi mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa berdasarkan penilaian dan komunikasi dengan pejabat Tehran, sejauh ini belum ada rencana untuk bepergian ke Islamabad.

Perang 40 Hari dan Gencatan Senjata

Perang Ramadan, serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, dimulai pada 28 Februari 2026. Setelah 40 hari, Presiden AS Donald Trump, Selasa malam (7 April 2026), dalam pernyataannya di Truth Social, mengumumkan mundur dari sikapnya dan siap menerima gencatan senjata.

Pada dini hari 8 April 2026, kedua pihak menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan mediasi Pakistan untuk mengadakan negosiasi guna mengakhiri perang. Namun, pengingkaran janji dan ketamakan AS dalam negosiasi Islamabad menghalangi tercapainya kerangka kerja bersama dan kesepakatan.

Pernyataan Dewan Tinggi Keamanan Nasional

Dewan Tinggi Keamanan Nasional, dalam pernyataannya pada 18 April 2026, menegaskan bahwa delegasi negosiator Iran tidak akan berkompromi, mundur, atau lalai sedikit pun.

"Tim Iran akan membela kepentingan dan kemaslahatan bangsa Iran dengan segenap kemampuannya, serta menjaga darah para syuhada mulia yang telah tertumpah dalam perang ini demi mempertahankan kemerdekaan, martabat, dan kehormatan Iran, terutama darah suci Pemimpin yang lebih kami cintai dari jiwa kami sendiri," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Iran tidak akan datang ke meja negosiasi dengan blokade laut masih membelenggu. Marandi, yang dikenal dekat dengan tim negosiator, menyampaikan tuntutan tegas: cabut blokade secara resmi dan publik, baru bicara.

Ini bukan sekadar "syarat prosedural". Ini ujian keseriusan AS. Selama kapal-kapal Iran masih dicegat dan dolar minyak masih ditahan, apa gunanya diplomasi?

Gencatan senjata hampir berakhir. Pertanyaannya: apakah Washington akan mengulur waktu lagi, atau benar-benar mengambil langkah konkret?

Satu hal yang pasti: tanpa pencabutan blokade, tidak akan ada putaran negosiasi baru. Dan jika perang dimulai lagi, Iran tidak akan datang dengan tangan kosong.(sl)