Pesan Presiden Membuka KTT Ulama Sedunia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i56006-pesan_presiden_membuka_ktt_ulama_sedunia
Presiden RI Joko Widodo membuka forum Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama se-dunia di Istana Bogor, Jawa Barat. Dalam pembukaan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi dalam satu bangsa.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 01, 2018 10:02 Asia/Jakarta
  • Presiden RI Joko Widodo membuka forum Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama se-dunia di Istana Bogor.
    Presiden RI Joko Widodo membuka forum Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama se-dunia di Istana Bogor.

Presiden RI Joko Widodo membuka forum Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama se-dunia di Istana Bogor, Jawa Barat. Dalam pembukaan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi dalam satu bangsa.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan Indonesia sebagai negara yang majemuk terus mengedepankan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan Islam yang 'rahmatan lil alamin'.

"Indonesia memiliki dasar negara Pancasila dan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan anugerah Allah SWT yang harus kita jaga. Keberagaman menjadikan kita bangsa yang kuat," kata Jokowi, Selasa 1 Mei 2018.

Dia mengatakan, sebagai negara majemuk, Indonesia tidak boleh lengah sedikit pun. Di hadapan para ulama, dia menuturkan bahwa dari Islam yang 'rahmatan lil alamin', masyarakat Indonesia mendapatkan pengajaran dan pengetahuan yang membawa keadilan sosial dan perdamaian abadi.

"Islam adalah agama yang bermuatan perdamaian untuk seluruh elemen di alam semesta. Kita, sebagai umat Islam harus menjadi teladan dalam mengembangkan persatuan, harus menjadi pemimpin dalam perdamaian dunia, sekaligus menjadi faktor kemajuan dunia," imbuhnya.

Karenanya, di hadapan para ulama dunia, termasuk di antaranya Grand Sheikh Al Azhar Prof Dr Ahmed Muhammed Eltayyeb, Presiden Jokowi memperkenalkan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Para ulama berasal tak hanya dari negara di Timur Tengah, namun juga dari negara-negara Eropa, dan Amerika. Para ulama ini akan melakukan diskusi mengenai Wasatiyyat Islam hingga tiga hari ke depan.

Utusan Khusus Presiden, Din Syamsuddin mengatakan usulan ini pertama kali diinisiasi oleh Indonesia. Din juga sangat optimistis konsep ala Indonesia ini bisa menjadi model dunia untuk menyelesaikan permasalahan global.

Image Caption

Konsep Wasatiyyat Islam Indonesia dapat Bantu Perdamaian

Din Syamsuddin mengatakan, Wasatiyyat ini lebih luas daripada Islam moderat. Dua hal ini beda. Wasatiyyat itu toleransi, penengah dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah.

Din menegaskan, Wasatiyyat Islam berpusat pada ajaran menghormati agama lain, perbedaan dan juga pluralisme.

"Indonesia mengamalkan prinsip ini, tentu. Sebagai penengah atau mediator. Indonesia kan selama ini juga selalu menengahi," ujar dia.

Konsultasi ini akan menghasilkan Bogor Message, dokumen penting yang bisa menjadi acuan umat manusia dalam mengembangkan peradaban melalui prinsip jalan tengah.

Kehadiran lebih dari 50 ulama dalam pertemuan ini juga dapat menjadi peluang mempromosikan konsep Wasatiyyat Islam yang berkembang di Indonesia.

Din Syamsuddin mengatakan, Syeikh Al-Azhar akan menjadi pembicara kunci dalam kegiatan tersebut. “Imam Besar Syeikh Thoyyib diundang untuk menghadiri acara ini, karena tema besarnya sesuai dengan nilai-nilai penting dalam manhaj Al-Azhar, Wasatiyat Islam,” ujarnya

Bagi Indonesia, kata Din, kehadiran Syeikh Al-Azhar bermakna penting. Perhatian Syeikh Al-Azhar cukup besar pada Indonesia. (Metrotvnews)