Komisioner KPU: Iran Unik, Adopsi Islam dan Demokrasi
-
Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari
Komisioner Komisi Pemilihan Umum, KPU, Republik Indonesia, Hasyim Asy'ari menyebut Iran sebagai salah satu negara unik dan stabil di antara beberapa negara rawan konflik di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Komisioner KPU Republik Indonesia kepada IRIB, Senin (30/4/2018) di sela penyelenggaraan Sosialisasi Pemilu 2019 dan Bimbingan Teknis, Panitia Pemilu Luar Negeri, PPLN, 28-30 April 2018 di Hotel Homa, Tehran.
Hasyim mengaku sudah lama ingin berkunjung ke Iran. Menurutnya negara ini unik karena merupakan salah satu negara yang secara formil menyebut dirinya negara Islam namun dalam bentuk republik, sehingga warna demokrasi juga kentara.
Lebih dari itu, Komisioner KPU RI merasa gembira bisa bertemu warga negara Indonesia di Iran terutama yang berada di kota Tehran dan Qom.
Saat ditanya mengapa Iran dipilih menjadi tuan rumah Sosialisasi Pemilu 2019 dan Bimtek PPLN dari lima negara yaitu, Iran, Qatar, Aljazair, Libya dan Afghanistan, Hasyim mengatakan, berdasarkan keputusan KPU dan Kemenlu yang bekerjasama dalam Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri pimpinan Wajid Fauzi, Iran dipilih karena dinilai paling stabil di antara lima negara tersebut.
Selain itu, kata Hasyim, transportasi terutama udara di Iran cukup mudah dijangkau sehingga negara ini dipilih menjadi tuan rumah. (HS)