Dinamika Asia Tenggara 23 Juli 2018
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i60143-dinamika_asia_tenggara_23_juli_2018
Sejumlah tema yang dibahas dalam edisi Dinamika Asia Tenggara 23 Juli 2018. Indonesia Serukan Pengiriman Investigator HAM PBB ke Gaza. Polisi Malaysia Gagalkan Aksi Teror dan Tangkap Pelakunya. Raja Malaysia Tekankan Persatuan Nasional. Fortify Rights: Kekerasan terhadap Rohingya Sistematis. 1,5 Juta Data Warga Singapura Diretas.
(last modified 2025-11-30T14:38:07+00:00 )
Jul 23, 2018 06:15 Asia/Jakarta

Sejumlah tema yang dibahas dalam edisi Dinamika Asia Tenggara 23 Juli 2018. Indonesia Serukan Pengiriman Investigator HAM PBB ke Gaza. Polisi Malaysia Gagalkan Aksi Teror dan Tangkap Pelakunya. Raja Malaysia Tekankan Persatuan Nasional. Fortify Rights: Kekerasan terhadap Rohingya Sistematis. 1,5 Juta Data Warga Singapura Diretas.

Indonesia menegaskan urgensi pengiriman investigator khusus HAM PBB ke jalur Gaza untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan rezim Zionis terhadap orang-orang Palestina.Negara yang terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 ini meminta Dewan HAM PBB mengirimkan tim investigator untuk menyelidiki kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina.

Hassan Kleib, Dubes Indonesia di PBB

 

Duta Besar Indonesia untuk PBB, Hassan Kleib menyampaikan dukungan negaranya terhadap perjuangan bangsa Palestina, dan pendirian negara merdeka Palestina dengan ibu kota Baitul Maqdis. Hassan Kleib mengatakan, kebijakan Israel melanggar hukum internasional, HAM serta berbagai resolusi dan ketetapan yang dikeluarkan PBB dan Dewan Keamanan.

 

Sebelumnya, koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov menilai kondisi di Gaza saat ini sebagai tragedi. Koordinator Khusus PBB Urusan Timur Tengah mendukung Pawai Damai Hak untuk Pulang Palestina di Gaza dan meminta sniper Israel tidak menarget anak-anak Palestina.

 

Pawai Damai Hak Kembali menandai Hari Bumi dimulai sejak 30 Maret 2018 di timur Gaza. Dilaporkan, lebih dari 146 warga Palestina termasuk 19 anak gugur syahid, dan 16.000 orang lainnya terluka akibat serangan senjata api pasukan Israel yang menyerang aksi pawai damai Palestina.

 

Wawancara:

 

Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) baru-baru ini menangkap tujuh terduga teroris. Satu dari mereka disinyalir terkait dengan plot teror terhadap Perdana Menteri Malaysia. Inspektur Jenderal PDRM Mohd Fuzi Harun mengatakan, satu dari tujuh terduga teroris itu adalah warga Malaysia yang merencanakan plot pembunuhan terhadap Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Menteri Mojahid Yusof Rawa.

 

Mohd Fuzi Harun menambahkan, dari ketujuh terduga teroris itu, empat di antaranya warga negara Malaysia dan tiga lainnya warga negara Indonesia. Mereka berhasil ditangkap dalam sebuah operasi keamanan di negara bagian Terengganu, Selangor dan Perak. Di antara yang ditangkap juga terdapat seorang perempuan.

 

Para terduga teroris itu berencana meneror para pejabat tinggi negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Indonesia dan Filipina. Mereka beberapa kali ditangkap karena terlibat sejumlah kasus teror di berbagai negara Asia Tenggara.

 

Masih dari Malaysia, DPR negara ini memulai aktivitasnya sejak hari Selasa yang dibuka dengan pidato raja negara Asia Tenggara ini. Raja Malaysia, Muhammad V dalam pidatonya yang mengawali aktivitas parlemen negara ini setelah dua bulan Mahathir Mohamad meraih tampuk kekuasaan perdana menteri, menyerukan persatuan nasional dan kerukunan bangsa dengan beragam etnis di negara ini.

Yang Dipertuan Agong Malaysia, Sultan Muhammad V

 

Datuk Mohamad Ariff Md. Yusof hari Senin (16/7) dilantik menjadi ketua DPR Malaysia, dan meletakkan semua jawatannya di Partai Amanah Negara. Ketua DPR Malaysia dilantik bersama 222 anggota parlemen dan kabinet baru negara ini dalam sidang parlemen ke-14 dengan mengucapkan sumpah jabatan dan secara resmi memulai aktivitasnya sejak hari Selasa

 

Kantor Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyebut kunjungan resmi Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Malaysia sebagai bagian dari upaya meningkatkan hubungan kedua negara. Dalam pertemuan setengah hari yang digelar di kediaman resmi PM Mahathir di Petaling Jaya pada Senin, 16 Juli 2018, kedua pemimpin negara berkomitmen untuk menjaga hubungan bilateral, dan mendukung pemeliharaan perdamaian di Asia Tenggara.

 

Situs The Star mengutip keterangan kantor perdana menteri Malaysia hari Selasa (17/7/2018) melaporkan, pertemuan antara Presiden Duterte dan Perdana Menteri Mahathir berlangsung dalam suasana yang hangat dan konstruktif, yang melambangkan hubungan dekat kedua negara.

 

Kunjungan Presiden Duterte juga bertujuan membuka jalan lebih luas bagi kerjasama antara Filipina dan Malaysia, khususnya tentang pertahanan dan keamanan, serta isu-isu regional dan global yang menjadi kepentingan bersama. Kedua pemimpin senang dengan komitmen yang ditunjukkan oleh masing-masing negara untuk menghalau penyebaran ekstremisme dan terorisme di kawasan itu

 

Di lain pihak, PM Mahathir juga disebut mendukung penuh upaya mewujudkan perdamaian di Pulau Mindanao di selatan Filipina, yang dalam sewindu terakhir terus bergejolak akibat konflik dengan kelompok ekstremis.

 

Pertemuan Duterte-Mahathir menjadi yang pertama antara kedua pemimpin. Duterte sebelumnya mengatakan pertemuannya dengan Mahathir akan fokus pada masalah keamanan dan hukum dan ketertiban. Juga membahas terorisme dan pembajakan.

 

Organisasi HAM Asia, Fortify Rights menilai kekerasan dan pembunuhan minoritas Muslim Rohingya oleh tentara Myanmar dilakukan secara sistematis dan ekstensif. Kantor berita Anadolu melaporkan, Fortify Rights dalam laporannya menyatakan, sebelum melancarkan serangan terhadap Muslim Rohingya, militer Myanmar melacak dan merampas alat pertahanan mereka, kemudian melatih dan mempersenjatai warga sipil untuk melancarkan serangan terhadap Rohingya.

 

Organisasi HAM yang berbasis di Thailand ini meminta Dewan Keamanan PBB segera melimpahkan masalah pembunuhan Rohingya yang dilakukan di bawah pengawasan 22 tentara dan polisi Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC).

 

Miilter Myanmar melancarkan serangan ke wilayah Muslim Rohingya di Rakhine dengan dalih menumpas pemberontak bersenjata yang dilancarkan 25 agustus 2017 lalu. Serangan tersebut menyebabkan ribuan Muslim Rohingya tewas dan sekitar 200 desa dibakar. Selain itu ribuan orang Rohingya mengungsi meninggalkan Rakhine menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri. 

 

Dari Singapura, Departemen Kesehatan negara ini dalam statemennya menyatakan hacker telah mencuri data warga negara ini. Departemen Kesehatan Singapura hari Jumat (20/7) mengungkapkan, data kesehatan 1,5 juta warga Singapura di Departemen Kesehatan, termasuk milik Perdana Menteri Lee Hsien Loong berhasil dicuri.

Hacker, Ilustrasi

 

Dalam statemen ini tidak dijelaskan identitas hacker yang melakukan pencurian. Singapura tahun lalu juga menjadi target serangan hacker. Departemen Kesehatan Singapura tahun 2017 juga ditarget hacker dan data milik 850 staf departemen ini juga diretas.

 

Pemerintah Singapura memang telah mengumumkan mengenai peretasan besar ini, yang menyatakan aksi tersebut bukanlah dilakukan oleh hacker atau sindikat kriminal biasa. Meski begitu, belum terungkap siapa dalang di balik peretasan ini.

 

Peretasan SingHealth menjadi kasus terbaru dari rentannya data kesehatan digital. Sebelumnya, sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan ada 29 juta data kesehatan warga Amerika Serikat yang diretas antara tahun 2010 dan 2013. Singapura termasuk negara Asia Tenggara yang menempatkan data warganya di jaringan informasi digital.