Jiwa Kepemimpinan Milenial Indonesia Diakui Dunia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i69024-jiwa_kepemimpinan_milenial_indonesia_diakui_dunia
Anak muda Indonesia kian inovatif dan kreatif. Ini terbukti dari masuknya sejumlah anak muda Tanah Air dalam daftar 30 Under 30 versi majalah Forbes yang dirilis baru-baru ini. Dalam daftar itu, Forbes mengumumkan nama-nama yang dinilai memiliki jiwa kepemimpinan besar berbakat dan pintar memanfaatkan peluang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 07, 2019 05:36 Asia/Jakarta
  • Forbes 30 Under 30.
    Forbes 30 Under 30.

Anak muda Indonesia kian inovatif dan kreatif. Ini terbukti dari masuknya sejumlah anak muda Tanah Air dalam daftar 30 Under 30 versi majalah Forbes yang dirilis baru-baru ini. Dalam daftar itu, Forbes mengumumkan nama-nama yang dinilai memiliki jiwa kepemimpinan besar berbakat dan pintar memanfaatkan peluang.

Selain itu, anak-anak milenial ini juga dinilai memiliki tekad kuat dalam memberikan perubahan terhadap kondisi ekonomi dan sosial di lingkungan sekitar. Dalam pernyataan resminya, editor Forbes 30 under 30 Asia Rana Wehbe mengatakan, mereka yang masuk daftar 30 Under 30 tahun ini adalah para enterpreneur yang menggunakan teknologi internet untuk mengembangkan usahanya.

“Mereka memiliki perangkat/aplikasi untuk memecahkan masalah di industri yang beragam memanfaatkan artificial intelligence, big data, hingga blockchain,” ujarnya. Dia mencontohkan, Amanda Cole, pendiri Sayurbox, yang memiliki dedikasi tinggi di dunia pertanian.

“Untuk membantu petani lepas dari tengkulak dan menikmati harga yang adil dia membuat Sayurbox. Dengan 300 mitra, Sayurbox telah melayani 50.000 pelanggan dan melakukan 1.000 layanan per hari. Sayurbox telah menerima dana USD2 juta,” katanya seperti dikutip dari Sindonews.

Amanda masuk dalam jajaran generasi kreatif Asia dalam bidang industri, manufaktur, dan energi.

Dia bersanding dengan pendiri Cowarobot dari China, Liu Liyuan dan Liao Wenlong. Secara umum, laporan ”30 Under 30 Asia” berisikan daftar anak-anak muda di wilayah Asia yang dianggap sebagai pembawa perubahan. Majalah tersebut membagi daftar dalam 10 kategori yang setiap kategorinya berisi 30 nama. Dengan demikian, total terdapat 300 nama yang masuk dalam daftar itu.

Sepuluh kategori itu yakni hiburan & olahraga, media, kesenian, pemasaran & periklanan, ritel dan e-commerce, keuangan, teknologi, sosial, industri, dan kesehatan. Mantan engineer Amazon.com, Angky William, juga masuk daftar Forbes. Pemuda asal Indonesia itu telah mendirikan Stoqo, pasar makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Menurut Forbes, William memiliki minat yang tinggi dalam mengembangkan sistem otomatisasi di dalam rantai pasokan makanan. “Stoqo berhasil menggalang dana tujuh digit dari Accel Partners, Monk’s Hill Ventures, ZhenFund, Insignia Ventures, dan Alpha JWC Ventures,” ungkap Forbes. Atlet asal Indonesia yang terpilih dalam daftar “30 Under 30 Asia” adalah Aries Susanti, pemanjat tebing yang meraih medali emas pada Asian Games 2018. 

Aries Susanti.

Forbes menyatakan, Susanti tidak hanya meraih prestasi cemerlang selama Asian Games 2018. Sebelumnya, dia juga memperoleh gelar juara dunia di bidang yang sama sebanyak dua kali secara beruntun di IFSC Climbing World Cup 2017 dan 2018. Dia merupakan salah satu pemanjat tercepat di dunia.

“Indonesia, salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan juga tidak tertinggal jauh dari China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura,” ungkap Forbes. “Dengan 17 perwakilan pada tahun ini, Indonesia berada di urutan ke-7 sebagai negara dengan perwakilan terbanyak di belakang Australia,” tambahnya.

Forbes menambahkan, daftar ‘30 Under 30 Asia 2019’ ditujukan untuk memberikan pengakuan dan perayaan kepada 300 pengusaha dan pemimpin muda yang berkontribusi dan memberikan pengaruh di seluruh kawasan Asia-Pasifik, dari pendiri teknologi startup hingga ilmuwan, artis, bintang olahraga, dan seterusnya.

Dihubungi terpisah, CEO & Co-Founder Moka Haryanto Tanjo mengatakan, kunci keberhasilan sebagai startup hingga bisa masuk dalam Forbes 30 Under 30 adalah dengan selalu memberikan value terbaik bagi merchant atau pengguna. Dalam bisnisnya, Moka menyediakan software kasir untuk toko berbasis cloud.

“Startup di Indonesia hadir untuk memberikan solusi kepada masyarakat khususnya dalam pemanfaatan teknologi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ujar Haryanto. Menurutnya, perekonomian nasional akan terbantu dengan pengembangan teknologi informasi. sehingga, kompetisi di antara penyedia produk dan jasa selalu diiringi dengan perkembangan teknologi yang akan memberikan nilai tambah berupa inovasi. 

CEO dan Co-founder Warung Pintar Agung Bezharie Hadinegoro berpendapat, masuknya Warung Pintar dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes merupakan bagian dari perjalanan dan bentuk apresiasi atas kerja keras selama setahun terakhir. “Fokus kami hanya kerja keras dalam mentransformasi bisnis mikro untuk ekonomi yang lebih baik di masa depan,” ujar Agung.

Pihaknya juga melihat kompetisi startup digital saat ini sebagai sesuatu yang positif. Karena semuanya sama-sama berinovasi untuk menciptakan solusi yang mendorong Indonesia menjadi lebih baik. Menurutnya, dengan kompetisi yang sehat akan semakin menumbuhkan perilaku inovatif.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, dengan ramainya startup yang masuk Forbes 30 Under 30, tentu akan menciptakan lapangan kerja khususnya di sektor produktif pertanian atau perkebunan. Biasanya sektor ini ditinggalkan pelaku usaha karena rumitnya persoalan dan tantangan di sana. (RM)