Kunjungan Mohamed Bin Zayed Al Nahyan ke Indonesia
-
Mohamed Bin Zayed Al Nahyan dan Joko Widodo
Hari ini, Rabu (24/07) Putra Mahkota Abdu Dhabi melakukan kunjungan resminya ke Indonesia. Presiden Joko Widodo menjemput Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab, His Royal Highness Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Berikut ini kunjungan Mohamed Bin Zayed Al Nahyan hari ini (Rabu, 24/07) di Indonesia yang dirangkum Parstodayid dari media-media Indonesia.
Presiden Jokowi Menjemput
Presiden Jokowi ditemani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menjemput rombongan Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan yang menaiki pesawat pribadi pada pukul 09.07 WIB.
Setelah bersalaman dan berpelukan, keduanya lalu menaiki mobil limosin yang sama.
Penjemputan khusus tersebut untuk membalas penjemputan yang juga dilakukan oleh Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan saat Presiden Jokowi berkunjung ke UEA pada 2015 lalu.
Setelah menjemput di Bandara Soetta, keduanya menuju ke Istana Kepresidenan Bogor untuk melakukan sesi foto bersama, penandatanganan buku tamu, penanaman pohon, tete-a-tete, pertemuan bilateral dan penandatanganan kerja sama.
Mengunjungi Bundara HI
Presiden Joko Widodo mengajak Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan melihat kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Hal itu dilakukan usai Jokowi menyambut Zayed di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (24/7/2019). Usai penyambutan, Jokowi dan Zayed masuk ke dalam mobil yang telah disiapkan untuk menuju Istana Bogor.
"Sebelum menuju Bogor, rombongan terbatas Presiden dan Pangeran keluar dari jalan tol menuju bundaran HI," kata Deputi Protokol, Pers dan Media Bey Machmudin, Rabu.
Presiden Jokowi ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia karena kunjungan kenegaraan Presiden Uni Emirat Arab Khalifah bin Zayid al-Nahyan dilakukan pada 29 tahun yang lalu atau pada tahun 1990.
Menurut Bey, Presiden ingin menunjukkan pesatnya pembangunan di Indonesia dengan melewati kawasan yang menjadi ikon Ibu kota Indonesia.
"Karena di sini (Bundaran HI) terdapat juga MRT," kata dia.
Setelah melihat kawasan Bundaran HI, Jokowi dan Zayed baru bertolak ke Istana Bogor.
Mengunjungi Istana Bogor
Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Indonesia mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor untuk bertemu Presiden Joko Widodo.
Kendaraan VVIP Pangeran Mohamed memasuki kawasan Istana Kepresidenan Bogor dikawal pasukan berkuda dan marching band Paspampres berseragam merah putih pada Rabu pukul 10:30 WIB.
Selain itu, di depan kendaraan Pangeran Mohamed juga diiringi oleh pasukan yang mengenakan pakaian adat Nusantara.
Begitu memasuki teras halaman istana, Pangeran Mohamed disambut oleh siswa siswi SDN Polisi 1 Kota Bogor yang mengenakan pakaian adat Nusantara berjejer di sisi kanan-kiri jalan.
Kibaran bendera kecil Indonesia dan Abu Dhabi yang dipegang oleh siswa siswi meramaikan suasana penyambutan kedatangan itu.
Kementerian Sekretariat Negara juga melaksanakan upacara penyambutan kenegaraan kepada pangeran yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab itu.
Kerja Sama Bilateral
Sejumlah kerja sama bakal dibahas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan tiga kerja sama sudah pasti akan diteken dalam pertemuan itu.
Ketiganya adalah kerja sama di proyek pembangunan fasilitas pengolahan minyak atau proyek revitalisasi kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur.
RDMP Balikpapan merupakan satu dari enam megaproyek kilang yang tengah dibangun PT Pertamina.
Kedua, kerja sama di pengembangan industri petrokimia dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Ketiga, kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Maspion di Surabaya, Jawa Timur.
Total nilai investasi dari tiga kerja sama tersebut mencapai 9 miliar dolar AS atau setara Rp125,5 triliun.
Selain tiga proyek tadi, Indonesia juga akan menawarkan 21 daftar investasi lagi ke UEA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan total nilai investasi itu mencapai 91 miliar dolar AS (setara Rp1.274 triliun).
Salah satu proyek yang bakal ditawarkan adalah pengembangan destinasi pariwisata prioritas Indonesia, seperti Sei Mangkei, Simalungun dan Danau Toba (Sumatera Utara) serta Mandalika (Nusa Tenggara Barat).
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, neraca dagang Indonesia dengan UEA sejak 2017 tercatat defisit. Nilai defisit hingga semester I/2019 sebesar 287 juta dolar AS. Defisit berasal dari nilai impor UEA ke Indonesia mencapai 882,5 juta dolar AS, sementara ekspor Indonesia hanya berkisar 594,4 juta dolar AS
Ekspor tertinggi Indonesia ke UEA disokong nonmigas, sementara impor tertinggi UEA berasal dari sektor migas.
Indonesia memandang Dubai, salah satu kota metropolitan UEA, sebagai hub perdagangan dunia. Karena itu, Indonesia selama ini memanfaatkan peran Dubai untuk peningkatan ekspor produk pertanian dan buah-buahan.
Adapun ekspor komoditi yang digenjot Indonesia berupa suku cadang pesawat, produk dari kayu, batu berharga, makanan jadi, mesin kendaraan bermotor, dan seterusnya. Sementara impor UEA kebanyakannya adalah mesin, minyak bumi, pelumas, alumunium, bahan kimia, dan biji plastik. (Antaranews/Kompas/Detik)