2020 Gojek Ekspansi ke Filipina
-
Gojek
Perusahaan layanan transportasi online asal Indonesia Gojek sebentar lagi bakal mengaspal di Filipina. Gojek telah mengajukan kembali izin untuk beroperasi di Filipina.
Sebelumnya, perusahaan penyedia layanan on-demand Gojek beri sinyal akan melakukan ekspansi ke Malaysia dan Filipina. Pihaknya menargetkan layanannya bisa hadir di dua negara tersebut pada 2020.
Tahun lalu, Gojek telah berekpansi ke Vietnam pada September 2018, Singapura pada November 2018, dan Thailand pada Februari 2019.
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan berbagai hal untuk ekspansi tersebut. Diketahui saat ini, layanan Gojek ada di Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Tahun depan ada dua negara yang selalu disebut. Itu bisa jadi suatu perkembangan ke arah sana. Kami sudah mempersiapkan semuanya untuk bisa berada di dua negara tersebut," ujar dia, di Jakarta, Sabtu (2/11).
Sebenarnya, Gojek telah dua kali ditolak karena gagal memenuhi aturan kepemilikan asing yang ketat, dan kini Gojek telah menjalin kemitraan dengan perintis e-commerce Filipina, Paulo Campos. Informasi ini berdasarkan dokumen yang diserahkan ke Philippines Securities and Exchange Commission (SEC).
"Kami telah melihat dokumen-dokumen itu dan kami telah mengesahkannya kepada Departemen Perhubungan," kata Kepala Badan Pengatur Waralaba Transportasi dan Transportasi Filipina atau Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB) Martin Delgra kepada Nikkei Asian Review. Sebagaimana hasil pantauan Parstodayid dari Kompas, Jumat (22/11/2019).
Departemen Perhubungan Filipina, yang akhirnya nanti memutuskan perizinan permohonan lisensi.
Terkait fitur layanan apa saja yang bakal dibawa ke negara tujuan ekspansi, dia mengatakan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing negara.
"Karena yang unik di Indonesia belum tentu laku di negara lain. Tapi mimpinya tahun depan, layanannya boleh apa saja tapi harus Yang bisa memuaskan pelanggan di negara tersebut," ujar dia.
Perkembangan terakhir ini menandai kemajuan paling signifikan dalam upaya Gojek untuk memasuki Filipina setelah LTFRB pertama kali menolak aplikasi untuk lisensi yang diajukan Gojek pada bulan Desember 2018, dan pada bulan Maret tahun ini.
Belum adanya izin bagi Gojek membuat Grab memperpanjang keunggulannya di Filipina. Grab yang didukung SoftBank beroperasi di Filipina hampir tidak tertandingi sejak mengambil alih bisnis Uber di Asia Tenggara tahun lalu.
Gojek melihat Filipina, negara dengan penduduk terpadat kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia, penting untuk ekspansi regionalnya. Pada bulan Januari 2019, Gojek mengakuisisi saham mayoritas di coin.ph, layanan pembayaran seluler dalam suatu kesepakatan yang dilaporkan bernilai sekitar 72 juta dollar AS.