Sentimen Positif Damai AS-Cina Bagi Ekonomi Global dan Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i77676-sentimen_positif_damai_as_cina_bagi_ekonomi_global_dan_indonesia
Pasca penandatanganan perjanjian dagang tahap pertama antara Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He para Rabu, 15 Januari, di Gedung Putih, terjadi sentimen positif di kedua negara dan dunia, termasuk Indonesia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 17, 2020 10:26 Asia/Jakarta
  • Pasar saham
    Pasar saham

Pasca penandatanganan perjanjian dagang tahap pertama antara Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri Cina Liu He para Rabu, 15 Januari, di Gedung Putih, terjadi sentimen positif di kedua negara dan dunia, termasuk Indonesia.

Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah beberapa rilis data melukiskan gambaran ekonomi AS yang positif.

Kondisi itu membalikkan pelemahan sebelumnya menyusul kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Cina untuk mengurangi perang dagang mereka.

Penandatanganan perjanjian dagang antara Liu He dan Donald Trump

Indeks dolar AS berada pada 97,329, naik 0,10 persen pada hari itu, setelah sehari sebelumnya jatuh ke 97,085, yang merupakan posisi terendah sejak 8 Januari.

Penjualan ritel Amerika Serikat meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Desember. Rumah tangga membeli berbagai barang bahkan ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor, menunjukkan ekonomi mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019.

Hal yang sama juga terjadi di Cina. Saham-saham Cina rebound dibuka lebih tinggi pada Jumat pagi, setelah tiga hari berturut-turut turun, dengan indikator utama Indeks Komposit Shanghai naik 0,24 persen menjadi diperdagangkan pada 3.081,46.

Sementara di Indonesia, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi diprediksi menguat seiring positifnya sentimen global.

IHSG dibuka menguat 7,73 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.293,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,82 poin atau 0,18 persen menjadi 1.027,63.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat, mengatakan, setelah kesepakatan perdagangan AS-Cina ditandatangani, kemudian dilanjutkan oleh sentimen laporan laba perusahaan serta data perekonomian yang membaik, telah mendorong saham AS menguat pada Kamis (16/1/2020) lalu.

"Sinyalemen dari salah satu pasar global yang positif ini diperkirakan menjadi katalis bagi IHSG melaju ke zona hijau," ujar Alfiansyah.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi juga menguat masih terbawa sentimen positif damai AS-Cina.

Pada pukul 9.42 WIB, rupiah bergerak menguat dua poin atau 0,01 persen menjadi Rp13.641 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di Rp13.643 per dolar AS.

Rupah dan dolar

"Sentimen positif dari penandatanganan kesepakatan AS-Cina masih mendukung penguatan aset berisiko," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat.

Ariston menuturkan kesepakatan tersebut memperbaiki hubungan dagang AS-Cina yang bisa membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi global.

"Rupiah bisa terbantu menguat terhadap dolar AS hari ini," ujarnya.

Selain itu, pasar juga tengah menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Cina.

Menurutnya, apabila data PDB tersebut sesuai atau lebih bagus dari prediksi, bisa mendukung penguatan rupiah lagi. (Antaranews)