Bulan Depan, Indonesia Masuki Resesi Ekonomi
-
Presiden Ri didampingi menlu dan Menkeu
Indonesia akan memasuki fase resesi ekonomi bulan depan.
Masalah ini disampaikan Menkopolhukam RI, Mahfud MD hari Sabtu (29/8/2020). Meskipun demikian, resesi itu tidak akan membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi. Mahfud mengatakan, imbauan Pemerintah untuk hidup normal kembali dengan menyadari Covid-19 kurang efektif, karena saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker, berkerumun seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Padahal virus Corona ini sangat nyata sebagai musuh atau dapat membahayakan kehidupan sehari-hari.
"Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia," kata Mahfud dilansir Detik Minggu (30/8/2020).
Pernyataan senada disampaikan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya mengenai kondisi kinerja APBN hingga akhir Juli 2020. Fiskal negara belum memberikan tanda-tanda yang bisa membuat ekonomi nasional melaju hingga akhir tahun ini.Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bahkan menyebut ekonomi nasional berpotensi minus di sepanjang tahun 2020. Jika demikian, maka Indonesia resmi resesi.
Pada kuartal I-2020, perekonomian Indonesia tumbuh di level 2,97% dan di kuartal II-2020 terkontraksi minus 5,32% akibat pandemi Corona. Sementara untuk kuartal III-2020, dia mengungkapkan outlook pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 berada di kisaran 0% hingga minus 2%. Hal tersebut menyusul belum terjadinya pembalikan ekonomi nasional yang solid.(PH)