Mengenal Vaksin AstraZeneca yang Baru Tiba di Indonesia
https://parstoday.ir/id/news/indonesia-i92884-mengenal_vaksin_astrazeneca_yang_baru_tiba_di_indonesia
Lebih dari 300 juta dosis vaksin virus Corona COVID-19 telah diberikan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Masing-masing orang harus menerima dua dosis suntikan.
(last modified 2026-03-21T17:31:19+00:00 )
Mar 09, 2021 13:28 Asia/Jakarta
  • Mengenal Vaksin AstraZeneca yang Baru Tiba di Indonesia

Lebih dari 300 juta dosis vaksin virus Corona COVID-19 telah diberikan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Masing-masing orang harus menerima dua dosis suntikan.

Namun, ada perbedaan besar dalam kecepatan kemajuan di berbagai belahan dunia.

Beberapa negara telah mengamankan dan mengirimkan dosis ke sebagian besar populasi mereka, tetapi lebih banyak lagi yang masih menunggu pengiriman pertama mereka tiba.

Dengan tujuan untuk memberikan dosis kepada hampir setiap orang dewasa di seluruh dunia, ini adalah program vaksinasi berskala terbesar dalam sejarah.

Presiden RI Joko Widodo divaksin

AS dan China telah memberikan jumlah dosis tertinggi, masing-masing 90 juta dan 52 juta.

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat 18 sebagai negara dengan jumlah vaksinasi COVID-19 terbanyak di dunia.

Bahkan di Asia Tenggara, hanya Indonesia yang mencatatkan jumlah vaksinasi di atas satu juta dosis.

Sampai saat ini, menurut data Bloomberg, Indonesia telah menyuntikkan vaksin sebanyak 2.598.535 dosis atau 0,97 dosis per 100 orang.

Pemerintah Indonesia sendiri memulai program vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021 dan orang pertama yang divaksin adalah Presiden Joko Widodo.

Indonesia Kedatangan Vaksin AstraZeneca

Sebanyak 1.113.600 vaksin COVID-19 jadi asal perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca, Senin (8/3),  tiba di di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedatangan vaksin kali ini tercatat sebagai penerimaan vaksin tahap keenam di Indonesia.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi Inggris, AstraZeneca.

"BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan masa darurat (vaksin Covid-19 Astrazeneca) pada 22 Februari yang lalu dengan nomor EUA 2158100143A1," kata Penny dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (9/3/2021). Demikian hasil pantauan Parstodayid dari Kompas, Selasa (09/03/2021).

Penny mengatakan, pengajuan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 tersebut dilakukan melalui dua jalur yaitu secara multilateral dan didaftarkan langsung oleh AstraZeneca Indonesia.

"Kemudian, didaftarkan dari jalur bilateral produksi AstraZeneca Eropa dan Siam bio Sains Thailand," ujarnya.

Menurut Penny, sebelum memberikan izin penggunaan darurat, BPOM telah melakukan evaluasi bersama Komite Nasional Penilai Obat dan pihak lainnya.

Efikasi Vaksin AstraZeneca dan Efek Sampingnya

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap efikasi vaksin Corona AstraZeneca sebesar 61,2 persen. Lebih rendah dibanding efikasi yang tercatat dari hasil uji klinis fase-III vaksin Corona Sinovac di Bandung yaitu 65,3 persen.

Meski begitu, BPOM sudah menyetujui penggunaan vaksin Corona AstraZeneca dengan mempertimbangkan khasiat mutu dan keamanan vaksin.

Adapun efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang ditemukan adalah efek samping lokal ringan seperti bengkak di lengan. (Antaranews/Kompas/Detik/Liputan6)