Menlu Iran: Pesan Verbal AS Bukan Tolok Ukur Kami untuk Berunding
-
Menlu RII Hossein Amir-Abdollahian (kiri).
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, jika ada niat nyata dari pihak lawan perundingan dan mereka semua kembali ke komitmennya dalam perjanjian nuklir JCPOA, Iran akan kembali ke komitmennya.
"Pesan verbal Amerika Serikat dan klaim tanpa tindakan oleh tiga negara Eropa bukanlah tolok ukur untuk kembalinya Republik Islam Iran ke perundingan," kata Amir-Abdollahian dalam jumpa pers dengan Menlu Lebanon Abdallah Bouhabib di Beirut, Kamis (7/10/2021).
Amir-Abdollahian menyinggung perundingan nuklir JCPOA dan syarat kembalinya Iran ke negosiasi ini. Dia mengatakan, kami percaya bahwa negosiasi yang menjamin hak dan kepentingan rakyat adalah hal yang menjadi perhatian Iran.
"Kami akan memutuskan dan bertindak berdasarkan langkah praktis dari pihak-pihak lawan runding, termasuk pencabutan sanksi dan kembalinya mereka kepada komitmen-komitmennya dalam JCPOA," tegasnya seperti dilaporkan Iran Press.
Amir-Abdollahian menuturkan, dalam perjanjian nuklir, Iran adalah satu-satunya negara yang mematuhi kewajiban dan komitmennya sampai detik terakhir, dan kami akan menghidupkan kembali metode ini jika terjadi perilaku timbal balik dari para pihak lawan runding.
Dalam jumpa pers bersama itu, Menlu Iran juga menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu Lebanon.
Sebelumnya bertemu Bouhabib, Amir-Abdollahian telah bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun, Ketua Parlemen Nabih Berri dan Perdana Menteri Najib Mikati.
Dalam pertemuan terpisah ini, Amir-Abdollahian menekankan dukungan penuh Iran untuk Lebanon dan kesiapan Tehran untuk memberikan bantuan komprehensif kepada negara ini. (RA)