Iran tidak Akan Rundingkan Kemampuan Pertahanannya
-
Ali Bagheri Kani.
Negosiator senior Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, Ali Bagheri Kani mengatakan Republik Islam tidak akan berunding dengan Barat mengenai kemampuan pertahanan dan keamanannya.
“Perjanjian nuklir JCPOA punya kerangka kerja yang jelas dan isu-isu lain selain nuklir tidak terkait dengannya. Iran tidak akan bernegosiasi tentang kemampuan pertahanan atau keamanannya,” tegasnya dalam wawancara dengan surat kabar The Guardian di London, Kamis (11/11/2021) malam.
Menjawab pertanyaan tentang pembicaraan Wina, dia menekankan Iran menginginkan komitmen bahwa Amerika Serikat tidak akan menarik diri lagi dari perjanjian nuklir.
Putaran baru pembicaraan Wina untuk menuntut penghapusan sanksi ilegal AS terhadap Iran akan dilanjutkan pada 29 November 2021 di ibu kota Austria.
“Masalah prinsip utang, pembayaran, dan jumlahnya disepakati oleh kedua belah pihak,” kata Bagheri Kani mengacu pada utang pemerintah Inggris kepada Iran sebesar 400 juta pound.
Utang Inggris ke Iran terkait dengan kontrak penjualan 1.500 tank Chieftain dan 250 kendaraan lapis baja pada tahun 1974 dan 1976, yang tidak dilaksanakan setelah Revolusi Islam di Iran dan pengenaan sanksi oleh Barat.
Mahkamah Internasional telah memerintahkan pihak Inggris untuk membayar utang tersebut.
Bagheri Kani berkunjung ke London pada hari Kamis untuk berdiskusi dengan sejumlah mitranya dari Inggris. Dalam pertemuan yang diadakan secara tertutup, ia menjelaskan sikap dan pendekatan Iran terhadap JCPOA.
“Pembicaraan ini merupakan sebuah langkah maju untuk mendekatkan pandangan pejabat politik Iran dan Inggris,” ujarnya.
Negosiator senior Iran ini juga akan bertemu dengan pejabat Uni Eropa dalam beberapa hari mendatang. (RM)