Khaitbzadeh: Tandatangan Presiden AS Tak Bisa Jadi Sandaran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i109264-khaitbzadeh_tandatangan_presiden_as_tak_bisa_jadi_sandaran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, syarat kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA adalah pencabutan sanksi secara efektif, sekaligus dan dapat diverifikasi, dan tandatangan Presiden AS tidak bisa dijadikan sandaran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 19, 2021 13:22 Asia/Jakarta
  • Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh
    Jubir Kemenlu Iran Saeed Khatibzadeh

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, syarat kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA adalah pencabutan sanksi secara efektif, sekaligus dan dapat diverifikasi, dan tandatangan Presiden AS tidak bisa dijadikan sandaran.

Saeed Khatibzadeh, Jumat (19/11/2021) menuturkan, "Seluruh tujuan kami berunding di Wina, adalah pencabutan sanksi secara efektif, sekaligus, dan bisa diverifikasi sebagai prasyarat kembalinya AS ke kesepakatan nuklir JCPOA."

Ia menambahkan, "Jika AS bergabung dalam perundingan Wina dengan strategi ini, dan memiliki kesiapan mencabut sanksi sekaligus, dan bisa diverifikasi, maka pasti kesepakatan dapat dicapai dalam waktu singkat."

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, "Akan tetapi kami meminta jaminan-jaminan bahwa AS tidak akan mengolok-olok hukum internasional lagi."

"Pemerintah AS termasuk pemerintah berkuasa saat ini menunjukkan tidak bisa menjaga komitmennya atas jaminan-jaminan tersebut, dan tandatangan Presiden AS tidak bisa dijadikan sandaran dan tidak bernilai sebagaimana klaimnya, oleh karena itu Iran dan tim perunding menekankan penetapan jaminan-jaminan yang diperlukan," papar Khatibzadeh.

Terkait sikap Eropa yang meningkari janji, dan pasif dalam upaya menghidupkan kembali JCPOA, Khatibzadeh menjelaskan, salah satu yang dibahas dalam perundingan adalah setiap anggota JCPOA harus menjalankan komitmennya.

"Iran harus menanggung kerugian yang sangat besar karena ingkar janji dan sikap pasif Eropa, dan hal ini harus menjadi perhatian," pungkasnya. (HS)