Iran Aktualita, 11 Desember 2021
https://parstoday.ir/id/news/iran-i110766-iran_aktualita_11_desember_2021
Iran Aktualita selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai penjualan dua unit robot bedah Iran ke Indonesia, dan Iran dan Barat memulai putaran baru perundingan nuklir di Wina.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 11, 2021 15:07 Asia/Jakarta
  • Bendera negara-negara peserta perundingan Wina plus Uni Eropa.
    Bendera negara-negara peserta perundingan Wina plus Uni Eropa.

Iran Aktualita selama sepekan terakhir menyoroti sejumlah isu di antaranya mengenai penjualan dua unit robot bedah Iran ke Indonesia, dan Iran dan Barat memulai putaran baru perundingan nuklir di Wina.

Selain itu, Iran siap membantu Malaysia menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, Iran dan Turki menekankan perluasan kerja sama, dan Iran memproduksi satelit dan peluncurnya di tengah sanksi.

Iran Ekspor Dua Unit Robot Bedah ke Indonesia

Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan Iran, baru-baru ini mengekspor dua unit robot bedah jarak jauh, ke Indonesia.

Alireza Mirbagheri, perancang robot bedah Iran, Sina, Jumat (10/12/2021) mengatakan, robot bedah Sina memiliki 16 komponen yang dilengkapi mesin-mesin elektronik, dan bisa melaksanakan berbagai jenis operasi bedah.

Ia menambahkan, "Dalam program pembangunan kesehatan Indonesia, penggunaan robot-robot bedah sangat ditekankan, dan kami punya kapasitas untuk memproduksi robot-robot bedah yang bisa dipasarkan di negara-negara ASEAN."

Mirbagheri menegaskan, "Ekspor robot bedah ke Indonesia merupakan salah satu bukti keberhasilan para ahli Iran yang mampu melakukan seluruh pekerjaan perancangan dan produksi di sebuah perusahaan berbasis pengetahuan, dan mengekspor produk-produk berstandar internasional."

Hossein Amir-Abdollahian.

Abdollahian: Sekarang Waktunya Bertindak, Barat sudah Banyak Bicara

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan sekarang waktunya untuk bertindak, dan Tehran berusaha mencapai kesepakatan yang serius dan baik. Hossein Amir Abdollahian, Kamis (9/12/2021) di akun media sosialnya menulis, "Jika Barat berunding dengan niat baik, inisiatif dan ide-ide konstrukif, maka dipastikan kemajuan cepat akan diraih."

Ia menambahkan, "Kita semua berada di Wina untuk berunding guna mencapai sebuah kesepakatan yang baik."

Menurutnya, pihak Barat harus tahu selama delapan tahun terakhir mereka sudah cukup banyak berbicara, dan berjanji tanpa ditepati, tapi hari ini waktunya bertindak, dan semua harus berusaha mencapai kesepakatan serius dan baik.

Abdollahian menegaskan, "Program nuklir Iran sepenuhnya damai, tapi upaya menyingkirkan kekhawatiran nuklir Barat, memiliki kaitan langsung dengan pencabutan total sanksi JCPOA."

"Meski kami ragu apakah Barat secara prinsip siap mencabut sanksi atau tidak, dan apakah hanya berusaha menyingkirkan kekhawatiran secara sepihak saja, tapi jika Barat berunding dengan niat baik, dengan inisiatif dan ide-ide konstruktif dalam kelanjutan perundingan, maka dapat dipastikan kita akan menyaksikan kemajuan cepat dalam perundingan," pungkasnya.

Sementara itu, kepala tim juru runding Iran di perundingan Wina menyindir ketidakseriusan sebagian pihak dalam mencapai kesepakatan pencabutan sanksi. Menurutnya, delegas Republik Islam Iran datang ke Wina untuk berunding secara serius.

Ali Bagheri Kani, Jumat (10/12/2021) mengaku telah membatalkan sejumlah agenda pertemuan lain demi bisa menghadiri perundingan Wina, dan hal ini menunjukkan keseriusan Iran.

"Lihatlah pihak mana yang telah membatalkan jadwal pertemuan-pertemuan lainnya, dan tetap bertahan di sini, dan siapa yang mengutamakan pertemuan-pertemuan lain, lalu meninggalkan tempat perundingan ini," ujarnya.

Iran Siap Bantu Malaysia Salurkan Bantuan ke Afghanistan

Penasihat khusus Menteri Luar Negeri Malaysia untuk urusan Afghanistan, dan Duta Besar Iran bertemu di Kuala Lumpur pada Kamis (9/12/2021). Ahmad Azam Abdul Rahman, dalam pertemuannya dengan Dubes Iran untuk Malaysia, Ali Asghar Mohammadi, membicarakan perkembangan Afghanistan, dan aktivitas Iran serta Malaysia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Afghanistan.

Dubes Iran untuk Malaysia dalam pertemuan itu menjelaskan sikap dan upaya Iran dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Afghanistan, serta mengumumkan kesiapan untuk membantu pemerintah dan organisasi-organisasi Malaysia dalam menyalurkan bantuan ke Afghanistan.

Di sisi lain Penasihat khusus Menlu Malaysia dalam kesempatan ini menekankan urgensi pengiriman bantuan segera bagi rakyat Afghanistan, dan ia berharap negara-negara Muslim bersedia mengumumkan kesiapan untuk membantu Afghanistan dalam situasi sensitif ini.

Ahmad Azam Abdul Rahman juga menyinggung posisi penting dan berpengaruh Iran dalam konstelasi kawasan. Ia menilai peran Republik Islam Iran sebagai salah satu koridor utama penyaluran bantuan ke Afghanistan, tidak bisa dipungkiri.

Abdul Rahman menganggap kesiapan Iran membantu penyaluran bantuan kemanusiaan ke Afghanistan sebagai sikap bersahabat, sangat penting dan vital.

Iran dan Turki Menekankan Perluasan Kerja Sama

Dalam percakapan telepon, Presiden Iran dan Turki menekankan perlunya memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara di bidang kontra-terorisme.

Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, Rabu (8/12/2021) melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menekankan urgensi kerja sama dua negara dalam memerangi terorisme. Raisi menuturkan, "Jalan asli untuk memerangi terorisme adalah menghormati kedaulatan negara lain, dan dengan memperhatikan rekam jejak gemilang Iran dalam memerangi terorisme, kami menyambut baik kerja sama dengan semua negara untuk memerangi terorisme."

Pada saat yang sama, Raisi menekankan pentingnya hubungan Tehran-Ankara di bidang ekonomi dan perdagangan. Menurutnya, tidak lama lagi, bersamaan dengan digelarnya pertemuan bersama di Tehran, peningkatan kerja sama dua negara akan memasuki fase baru.

Presiden Iran menegaskan, masalah kawasan harus diselesaikan di dalam negara-negara kawasan sendiri dengan partisipasi aktif seluruh negara, dan tidak membutuhkan campur tangan asing.

Di sisi lain, Presiden Turki dalam pembicaraan telepon dengan sejawatnya dari Iran, menilai penting kerja sama negaranya dengan Iran di bidang ekonomi dan keamanan. "Sekarang ini, ide kerja sama di antara negara-negara kawasan sudah mendominasi, dan kunjungan serta negosiasi terbaru membuktikan hal ini," pungkasnya.

Mayor Jenderal Hossein Salami.

Komandan IRGC: Di Tengah Sanksi, Iran Produksi Satelit dan Peluncurnya

Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, di tengah sanksi, Republik Islam Iran mampu memproduksi satelit dan peluncurnya.

Mayor Jenderal Hossein Salami, Rabu (8/12/2021) menuturkan, "Hari ini di tengah kondisi sanksi, kami memproduksi satelit dan peluncur satelit yang mencakup lebih dari 64.000 komponen."

Ia menambahkan, "Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan pesar di Iran, dan dalam hal ini tidak ada seorang pun yang membantu Iran."

Komandan IRGC menegaskan, "Kebesaran sebuah bangsa terletak pada kebesaran dan keagungan pemikiran, hati serta jiwa mereka, sementara kekuatan hasil pinjaman dari pihak lain, tidak menunjukkan kebesaran sebuah bangsa."

"Kami sedang berada dalam kemajuan dan pertumbuhan," pungkasnya. (RM)