Soal JCPOA, Iran Tuntut Pernyataan Politik dari Kongres AS
-
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan, Kongres AS harus mengeluarkan pernyataan politik terkait komitmen Washington pada kesepakatan nuklir JCPOA, hal ini mengacu pada catatan buruk AS dalam memenuhi komitmennya.
Menlu Iran dalam wawancara eksklusif dengan surat kabar Inggris Financial Times, Selasa (15/2/2022), menyatakan Kongres AS harus mengeluarkan pernyataan politik mengenai komitmen Washington pada JCPOA dan kembali ke kesepakatan nuklir.
"Washington tidak mampu menjawab tuntutan Tehran untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang dapat meninggalkan kesepakatan nuklir. AS telah meninggalkan JCPOA selama kepresidenan Donald Trump," jelasnya.
Amir-Abdollahian juga menegaskan bahwa Tehran menginginkan pencabutan semua sanksi yang dijatuhkan kepada Republik Islam Iran selama era Trump.
Secara prinsip, sambungnya, opini publik di Iran tidak bisa menerima pernyataan seorang kepala pemerintahan sebagai jaminan, apalagi Amerika yang telah keluar dari JCPOA.
Mengenai kewajiban Tehran terhadap JCPOA, menlu Iran menerangkan bahwa komitmen kami benar-benar transparan seperti rumus matematika.
"Apa yang akan kami lakukan dan bagaimana tindakan ini diverifikasi oleh IAEA (badan pengawas nuklir PBB) cukup jelas. Jadi pihak lain tidak perlu khawatir, tetapi kami masih khawatir tentang jaminan (bahwa AS tidak akan keluar lagi)," tandasnya.
Amir-Abdollahian menekankan Iran ingin negosiasi mengarah pada pencabutan total sanksi. Namun, pemerintahan Biden hanya bersedia untuk menghapus sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Trump.
Ditanya tentang pembicaraan langsung antara Iran dan AS, menlu mengatakan para pejabat Washington telah mengirim banyak pesan untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Tehran, tetapi kami menolak semua usulan itu. (RM)