Ribuan Warga Kroasia Demo Tolak Upah dan Pensiun Rendah
-
Demonstrasi warga Kroasia
Pars Today - Ribuan warga Kroasia, kemarin (Sabtu, 18 April 2026), menggelar demonstrasi di Zagreb, ibu kota negara itu, menuntut kenaikan upah dan tunjangan pensiun di tengah melonjaknya inflasi di negara anggota Uni Eropa ini dalam beberapa bulan terakhir.
Melaporkan dari laman Euractiv, IRNA pada Minggu, 19 April 2026, aksi protes bertajuk "Kroasia, Bersama untuk Kenaikan Upah dan Pensiun" ini digelar saat negara tersebut mencatat inflasi 4,89 persen pada Maret 2026, tingkat inflasi tertinggi di kawasan euro.
"Hentikan Pajak untuk Orang Miskin"
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Hentikan Pajak untuk Orang Miskin" dan "Jika Semuanya Mahal, Mengapa Upah Kami Tidak Naik?" Mereka berarak di pusat kota Zagreb, kemudian berkumpul di Lapangan Utama Ban Jelačić.
Laporan ini menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa ini diselenggarakan oleh tiga serikat pekerja utama dan sebuah asosiasi pensiunan. Banyak peserta datang dari kota-kota lain di Kroasia.
Tuntutan yang "Tidak Tidak Masuk Akal"
Mladen Novosel, ketua Federasi Asosiasi Serikat Pekerja Otonom Kroasia, menyatakan bahwa tuntutan-tuntutan ini "tidak tidak masuk akal". Ia mengajukan proposal kesepakatan dua tahap kepada pemerintah.
Menurut penyelenggara, tujuan utama aksi protes ini adalah "membangunkan para pekerja, rakyat, pensiunan, dan mahasiswa Kroasia", serta mengembalikan keyakinan mereka bahwa mereka harus tetap tinggal di Kroasia dan berjuang untuk kondisi yang lebih baik, bukannya meninggalkan negara.
Harga Makanan Tinggi, Upah Rendah
Euractiv menulis bahwa Kroasia, yang bergabung dengan UE pada 2013, memiliki harga makanan tertinggi keenam di blok tersebut. Namun, dalam hal rata-rata upah bulanan, Kroasia berada di peringkat ke-19.
Makanan menyumbang 26,7 persen dari biaya hidup di Kroasia, sementara di negara tetangga Slovenia angkanya 16,5 persen, dan di Jerman 12,5 persen.
Inflasi Zona Euro Naik Akibat Perang
Euractiv sebelumnya melaporkan, mengutip data resmi, bahwa inflasi zona euro meningkat menjadi 2,5 persen pada Maret 2026, seiring dimulainya agresi AS dan rezim Zionis terhadap Iran, serta menguatnya ekspektasi kenaikan harga yang berkelanjutan di seluruh kawasan.
Warga Kroasia tidak protes tanpa alasan. Harga makanan menyedot seperempat lebih pendapatan mereka, sementara upah mereka termasuk terendah di Eropa. Inflasi zona euro ikut terdampak perang, sebuah perang yang tidak pernah mereka minta.
Mereka turun ke jalan bukan untuk menggulingkan pemerintah, tetapi untuk bertahan hidup. "Jika semuanya mahal, mengapa upah kami tidak naik?", sebuah pertanyaan sederhana yang sayangnya tidak mudah dijawab oleh penguasa mana pun.
Di tengah krisis global yang diciptakan oleh segelintir penguasa, rakyat jelata kembali membayar harga yang paling mahal.(sl)