Abdollahian: Proposal JCPOA Borrell Masih Dikaji
https://parstoday.ir/id/news/iran-i126472-abdollahian_proposal_jcpoa_borrell_masih_dikaji
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian mengatakan, "Josep Borrell menyiapkan draf pandangan dari berbagai sisi negosiasi dan mempresentasikannya kepada semua pihak sebagai proposal dari koordinator Uni Eropa, dan kami sedang meninjau proposal ini,".
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Aug 02, 2022 11:46 Asia/Jakarta
  • Abdollahian: Proposal JCPOA Borrell Masih Dikaji

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian mengatakan, "Josep Borrell menyiapkan draf pandangan dari berbagai sisi negosiasi dan mempresentasikannya kepada semua pihak sebagai proposal dari koordinator Uni Eropa, dan kami sedang meninjau proposal ini,".

Negosiasi yang berfokus pada pencabutan sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Republik Islam Iran telah mengalami kemajuan karena inisiatif tim perunding Iran. Tetapi penundaan pihak barat, terutama pemerintah Joe Biden dan kelanjutan dari kampanye tekanan maksimum terhadap Tehran telah menimbulkan keraguan tentang keseriusan negara itu untuk kembali ke JCPOA.

Menlu Iran, Hossein Amir Abdollahian dalam sebuah wawancara mengenai status terbaru negosiasi JCPOA hari Senin (1/8/2022) mengungkapkan, "Selama empat bulan terakhir, kami telah bertukar pesan dengan pihak Amerika melalui perwakilan Uni Eropa tentang masalah pencabutan sanksi. Sekarang kami telah mencapai titik untuk mempertimbangkan usulan Borrell yang dipresentasikan kepada semua pihak sebagai proposal dari koordinator Uni Eropa," .

"Kerangka negosiasi, garis merah dan tujuan yang kami kejar dalam negosiasi sudah jelas. Setelah sudut pandang diperiksa oleh para ahli, kami mengumumkan kesiapan kami untuk melakukan perundingan pada waktu yang ditentukan dengan delegasi dari 4+1 dan Amerika secara tidak langsung di Wina mengenai rincian lebih lanjut," ujar Abdollahian.

"Kementerian Luar Negeri Iran sebagai negosiator, mengikuti negosiasi dengan kepekaan dan kepedulian terhadap hak-hak rakyat Iran, dan penting bagi kami bahwa garis merah kami sepenuhnya diperhitungkan dalam kesepakatan mendatang," tegasnya.

Menteri Luar Negeri Iran kembali menegaskan keseriusan negaranya untuk berunding secara adil, dengan menekankan, "Kami serius untuk mencapai kesepakatan yang kuat, baik dan stabil, dan jika pihak Amerika realistis dan memiliki fleksibilitas yang diperlukan dalam kemungkinan negosiasi ke depan, maka mencapai kesepakatan tidak akan terlalu jauh,".(PH)