Rahbar: Spirit Revolusi dan Perjuangan, Jalan Kemajuan Iran!
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Sabtu sore (25/6) bertemu dengan sejumlah keluarga pejuang 7 Tir dan pembela tempat suci.
Dalam pertemuan tersebut, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei menyampaikan penghargaan atas perjuangan syuhada, dan kesabaran keluarganya. Rahbar menilainya sebagai pilar kewibawaan bangsa dan negara.
"Jalan satu-satunya kemajuan Iran Islami adalah menghidupkan spirit revolusi dan perjuangan," ujar Ayatullah Khamenei.
Di awal pidatonya, Rahbar menyampaikan duka cita atas hari kesyahidan Imam Ali, dan menyebutnya sebagai syahid terbesar dalam sejarah, sekaligus syahid mihrab.
Kemudian, Rahbar menyinggung peristiwa 35 tahun silam mengenai terjadinya ledakan bom di kantor Partai Republik Islam pada 7 Tir 1360 Hs, yang bertepatan dengan 27 Juni 1981.
"Pelaku kejahatan ini melarikan diri keluar Iran, dan kini mereka berada dalam perlindungan negara-negara Barat yang mengklaim sebagai pengibar perlawanan terhadap terorisme dan pendukung hak asasi manusia," tegas Pemimpin Revolusi Islam Iran.
Ayatullah Khamenei menyebut peristiwa 7 Tir 1360 Hs sebagai kejadian besar yang mengandung pelajaran penting, tapi amat disayangkan peristiwa bernilai dalam lembaran Revolusi Islam ini belum diperkenalkan secara baik kepada generasi kini.
"Setelah berlalu 35 tahun, hingga kini belum ada karya terkemuka tentang masalah ini. Jika pun peristiwa tersebut masih hidup saat ini hanya karena spirit revolusioner rakyat [Iran]," papar Rahbar.
Tanggal 21 hingga 27 Juni di kalender nasional Iran diperingati sebagai pekan lembaga yudikatif negara ini.
Pada 27 Juni 1981, ketua Mahkamah Agung Iran saat itu, Ayatullah Sayid Mohammad Hosseini Beheshti bersama 72 orang tokoh politik dan agama Iran, gugur syahid akibat ledakan bom di sebuah gedung pertemuan Partai Republik Islam di Tehran.
Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menyinggung pengorbanan para pejuang tempat suci.
"Masalah ini merupakan peristiwa menakjubkan dalam sejarah. Para pemuda dari Iran dan negara lain, dengan keimanan dan tekad bajanya meninggalkan kehidupan tentram bersama istri dan anaknya yang masih balita, menuju sebuah negara yang jauh demi berjuang di jalan Allah swt, dan mereka syahid di jalan itu," tutur Rahbar.
Dalam pidato Sabtu Sore (25/6), Ayatullah Khamenei menilai kelompok teroris semacam Daesh sebagai contoh dari proyek kekerasan yang dirancang untuk menjegal Republik Islam Iran.
"Tujuan utama kelompok teroris takfiri dan sepak terjang mereka di Irak dan Suriah adalah menyerang Iran, tapi kekuatan Republik Islam menyebabkan mereka tidak berkutik di Irak dan Suriah," papar Ayatullah Khamenei.
Di salah satu isi pidatonya, Rahbar menyikapi keputusan pemerintah Bahrain mencabut kewarganegaraan Sheikh Isa Qassim.
Menurut Ayatullah Khamenei, Sheikh Isa Qassim adalah figur yang mengajak rakyat Bahrain menghindari gerakan radikal dan perlawanan bersenjata, selama bisa menggunakan cara damai dan dialog.
Tapi penguasa Bahrain, tidak memperdulikan masalah tersebut. Penyerangan terhadap ulama mujahid ini justru akan menghilangkan halangan bagi pemuda revolusioner Bahrain untuk melakukan segala aksi melawan pemerintah Manama.(PH)