Menlu Iran Peringatkan Eropa: Jangan Ulangi Upaya Gagal Anda !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i132150-menlu_iran_peringatkan_eropa_jangan_ulangi_upaya_gagal_anda_!
Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan Uni Eropa untuk tidak melanjutkan upaya gagal dan repetitif yang dilakukan selama bertahun-tahun.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 26, 2022 16:40 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian
    Menlu Iran Hossein Amir Abdollahian

Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan Uni Eropa untuk tidak melanjutkan upaya gagal dan repetitif yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Hossein Amir Abdollahian, Rabu (26/10/2022), dalam jumpa pers bersama dengan Menlu Belarus, juga memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran tak akan mundur dari garis merahnya dalam memenuhi kepentingan nasional rakyat.
 
Ia menambahkan, "Membalas aksi-aksi tidak konstruktif Uni Eropa, hari ini, Kemenlu Iran merilis daftar sanksi baru terhadap delapan institusi dan 12 individu dalam lingkup Uni Eropa."
 
Lebih lanjut Abdollahian menjelaskan, "Lembaga dan individu-individu Uni Eropa ini dalam peristiwa terbaru di Iran, mendukung dan menyebarluaskan teror, ekstremisme, dan kekerasan. Menurut kami, lembaga dan individu-individu yang disanksi Iran ini, adalah manifestasi nyata definisi terorisme, dan mereka akan ditindak."
 
"Saya ingin memperingatkan Uni Eropa untuk tidak melanjutkan upaya gagal dan repetitif yang dilakukan selama bertahun-tahun. Bagi kami sangat terang bahwa para pemimpin segelintir negara di Uni Eropa memiliki visi ekstrem dan tergesa-gesa terkait perkembangan regional dan internasional, sementara sebagian besar anggota Uni Eropa melangkah di jalan rasional," paparnya.
 
Sehubungan dengan tuduhan penggunaan drone Iran oleh Rusia dalam perang Ukraina, Abdollahian menerangkan, "Kami membantah tegas tuduhan tak berdasar beberapa negara terkait penggunaan drone Iran, oleh Rusia dalam perang Ukraina. Kami mengundang pejabat Kiev untuk menunjukan bukti atas tuduhan ini dalam sebuah pertemuan bilateral di tingkat ahli dua negara." (HS)