Kanani Kecam Pertemuan Macron dengan Tokoh Anti-Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk pertemuan antara Presiden Prancis dengan para pemimpin kelompok anti-Iran, dan menyebut tindakan ini sebagai pelanggaran berat Prancis dalam perang melawan terorisme dan kekerasan.
Selama beberapa pekan terakhir, pihak berwenang Prancis secara terbuka ikut campur dalam urusan internal Iran dan mendukung kerusuhan di negara itu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron hari Jumat bertemu dengan sekelompok tokoh oposisi anti-Iran di Paris.
Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Sabtu (12/11/2022) mengatakan,"Sangat mengejutkan ketika presiden negara yang mengklaim kebebasan, menurunkan levelnya dengan menemui orang-orang yang dibenci dalam sejarah, yang dalam beberapa bulan terakhir telah jelas berusaha menyebarkan kebencian dan tindakan untuk menghasut kekerasan dan terorisme di Republik Islam Iran serta terhadap tempat-tempat diplomatik Republik Islam Iran di luar negeri,".
Juru bicara jawatan diplomatik Iran juga menyebut pernyataan Macron tentang dukungannya terhadap apa yang disebutnya sebagai revolusi yang dipimpin oleh orang-orang ini sebagai hal yang disesalkan dan memalukan dan memprotes keras pernyataan tersebut.
"Pertemuan ini merupakan pelanggaran besar terhadap tanggung jawab internasional Prancis dalam perang melawan terorisme dan kekerasan," ujar Kanani.
"Tindakan anti-Iran seperti itu tidak diragukan lagi akan diukir dalam ingatan orang-orang Iran yang memiliki pemahaman yang baik tentang pendekatan selektif dan anti-kemanusiaan dari beberapa pemimpin Eropa,"tegasnya.(PH)