Brigjend Sharif: Intifada Quds Lebih Berkarakter
Kepala Kantor Pusat Intifada dan Quds di Iran, mengatakan intifada Palestina terbentuk berdasarkan konsep agama dan sesuai dengan budaya al-Quran, dan ia sangat jauh dari nuansa kesukuan serta nasionalisme Arab.
Brigadir Jenderal Ramadan Sharif, mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan seorang marji' besar, Ayatullah Hosein Noori Hamedani di kota Qom, Rabu (29/6/2016) malam, seperti dikutip IRNA.
"Musuh dengan menciptakan kekacauan di kawasan dan menghasut perang di Suriah dan Irak lewat kelompok teroris Front al-Nusra dan Daesh, ingin membuat cita-cita Palestina dan Quds al-Sharif terlupakan, tetapi mereka gagal," kata Brigjend Sharif.
Ia menerangkan bahwa mulai tahun lalu hingga sekarang telah terbentuk sebuah intifada baru di Palestina, yang dikenal dengan Intifada Quds di mana esensinya benar-benar berbeda dengan perlawanan sebelumnya.
"Sejauh ini rakyat Palestina dalam perjuangannya telah mempersembahkan 220 syahid dan dua ribu orang terluka," tambahnya.
Menurut Brigjend Sharif, api perlawanan rakyat terhadap rezim Zionis di tanah pendudukan sudah lebih serius dan lebih berkarakter. Remaja Palestina sekarang tidak lagi berpikir seperti kelompok-kelompok tradisional.
"Keamanan yang dipikirkan Israel dengan menghasut perang dan kekacauan di Dunia Islam, juga gagal diraih dan mereka tidak mencapai tujuannya," terangnya. (RM)