Aktivis Anti Perang Amerika: Terima Kasih Qassem Soleimani !
https://parstoday.ir/id/news/iran-i136710-aktivis_anti_perang_amerika_terima_kasih_qassem_soleimani_!
Kepala Komite Anti Perang AS, Sara Flounders menyatakan terima kasih mendalam kepada Syahid Qassem Solaimani atas semua upaya yang telah dilakukan untuk melawan imperialisme global.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 02, 2023 10:25 Asia/Jakarta
  • Aktivis Anti Perang Amerika: Terima Kasih Qassem Soleimani !

Kepala Komite Anti Perang AS, Sara Flounders menyatakan terima kasih mendalam kepada Syahid Qassem Solaimani atas semua upaya yang telah dilakukan untuk melawan imperialisme global.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Qods Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bersama Abu Mahdi Al-Muhandis, Wakil Komandan Al-Hashd al-Shaabi dan delapan orang lainnya gugur pada 3 Januari 2020 dalam serangan udara agresor Amerika di dekat bandara Baghdad. Padahal Letjen Soleimani ketika itu diundang sebagai tamu kenegaraan perdana menteri Irak.

Sara Flounders, Direktur Anti-War Committee dan anggota Dewan Komite Koordinasi Anti-Imperialis Internasional dalam sebuah wawancara dengan IRNA hari Minggu (1/1/2023) mengatakan,"Meskipun saya tidak mengenal Qassem Soleimani secara pribadi dan saya tidak pernah bertemu dekat dengannya, tapi saya tahu dia adalah seorang pemimpin politik dan militer. Dia berkorban membela Iran, Palestina dan seluruh front perlawanan di kawasan, bahkan negara lain seperti Venezuela,".

"Qassem Soleimani adalah seorang komandan militer yang kuat, juga negosiator politik untuk melawan kelompok teroris Daesh,"ujar Flounders.

Menanggapi pertanyaan mengapa Amerika membunuh Qasem Soleimani, Flounders mengatakan bahwa Qassem Soleimani telah banyak berkontribusi di medan perlawanan, termasuk perlawanan Palestina,

"Hal ini berarti ia masuk dalam prioritas daftar teror imperialisme Amerika, karena Amerika telah menjadi pendukung utama rezim Israel sejak awal hingga saat ini," papar aktivitas anti perang ini.

"Qassem Soleimani sedang menjalankan misi damai ketika dia dibunuh, dan tujuannya adalah untuk menciptakan persatuan di kawasan, terutama mendekatkan rakyat Irak dan Iran sebagai negara tetangga," tegasnya.

"Pejabat Barat tidak pernah memiliki hak apa pun untuk mengatakan tentang Qassem Soleimani. Karena dia berada di garis depan pertarungan melawan kekuatan dunia. Kekuatan imperialis menargetkan siapa saja yang mencoba mengatur perlawanan terhadap mereka," pungkas Flounders.(PH)