Rouhani: Sulit Memajukan JCPOA jika Tanpa Dukungan Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i13690-rouhani_sulit_memajukan_jcpoa_jika_tanpa_dukungan_rahbar
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, "Kami akan menghadapi masalah dalam memajukan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) jika tanpa dukungan dan pembelaan Pemimpin Besar Revolusi Islam (Rahbar)."
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 03, 2016 05:15 Asia/Jakarta
  • Rouhani: Sulit Memajukan JCPOA jika Tanpa Dukungan Rahbar

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, "Kami akan menghadapi masalah dalam memajukan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) jika tanpa dukungan dan pembelaan Pemimpin Besar Revolusi Islam (Rahbar)."

Ia menyampaikan hal itu pada acara buka puasa bersama dengan tim perunding nuklir Iran pada Sabtu (2/7/2016) malam, seperti dikutip kantor berita IRIB.

Menyinggung tentang pengkajian JCPOA di Dewan Tinggi Keamanan Nasional dan Parlemen Iran, Rouhani menambahkan, tugas besar ini tidak mungkin bisa dilakukan tanpa bantuan dan dukungan Rahbar.

Ia menekankan kebutuhan untuk memanfaatkan iklim pasca perjanjian nuklir dan menuturkan, era sebelum JCPOA telah berakhir dan sekarang media nasional, pemerintah, parlemen dan semua pihak yang peduli dengan perkara ini harus memikirkan cara pemanfaatan iklim pasca JCPOA untuk kepentingan nasional lebih dari sebelumnya.

Menurut Rouhani, pembahasan isu nuklir Iran yang dilakukan oleh beberapa kekuatan besar merupakan imbas dari Iranphobia. "Dalam merespon hal ini, kita berusaha memberitahu semua pihak bahwa berinteraksi dengan Iran akan menguntungkan semua. Iran bukan sebuah ancaman dan tidak mengejar senjata atom," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Rouhani mengatakan bahwa di antara tujuan JCPOA adalah menciptakan lapangan kerja untuk pemuda, memacu pertumbuhan ekonomi dan memanfaatkan kekayaan alam bersama minyak dan gas.

Sekarang, lanjutnya, semua pihak khususnya media nasional, para dosen dan pelaku bisnis harus bekerjasama dan mencari cara agar bisa lebih baik dalam memanfaatkan peluang pasca perjanjian nuklir.

"Sekarang hak-hak nuklir Iran yang dituntut oleh rakyat telah diakui, di mana kita saat ini menjual uranium yang diperkaya dan air berat, mengurangi biaya impor dan menciptakan iklim untuk investasi. Kita harus bersyukur atas pekerjaan besar ini," ujarnya. (RM)