Rahbar: Target Kerusuhan, Hancurkan Kekuatan Iran Bukan Singkirkan Kelemahan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i137230-rahbar_target_kerusuhan_hancurkan_kekuatan_iran_bukan_singkirkan_kelemahan
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menilai peristiwa-peristiwa yang mengubah sejarah, memberikan pengalaman besar yang mendidik, dan mengandung sunatullah.
(last modified 2025-09-17T13:55:48+00:00 )
Jan 09, 2023 18:38 Asia/Jakarta
  • Rahbar bertemu warga Qom, peringati Kebangkitan 19 Dey
    Rahbar bertemu warga Qom, peringati Kebangkitan 19 Dey

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, menilai peristiwa-peristiwa yang mengubah sejarah, memberikan pengalaman besar yang mendidik, dan mengandung sunatullah.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Senin (9/1/2023) dalam pertemuan dengan sejumlah warga kota Qom, untuk memperingati kebangkitan bersejarah warga Qom, 19 Dey atau 9 Januari 1978, menekankan pentingnya menghidupkan dan mempelajari peristiwa 19 Dey.

Ia mengatakan, "Kebangkitan besar yang dipelopori masyarakat Mukmin dan revolusioner Qom, pecah di seluruh penjuru Iran, berbuah penggulingan rezim diktator, keluarnya Iran dari cengkeraman Barat, dan hidupnya kembali identitas sejarah serta Islam negara ini, pasalnya di era Pahlavi, Iran diinjak-injak oleh kaki kebudayaan yang salah, dan dominasi politik-militer Amerika Serikat."

Rahbar menganggap Pertahanan Suci sebagai contoh gemilang bagaimana rakyat Iran, mencapai hasil dari rasa bertanggung jawab, terjun tepat waktu dan kerja kerasnya dengan mengambil segala risiko.

"Saddam Hussein diktator Irak, dengan semua fasilitas luas yang dimiliki, dan dukungan AS, Uni Soviet, NATO dan negara-negara reaksioner, menyerang Iran untuk memecah belah negara ini, tapi Iran dalam perang ini menang, dan mereka sama sekali tidak bisa berbuat apa pun, bahkan untuk memisahkan sejengkal tanah negara ini," ujarnya.

Menurut Ayatullah Khamenei, kemenangan Revolusi Islam, dan selamatnya Iran dari dominasi AS, merupakan alasan utama permusuhan terhadap Republik Islam Iran.

Pada saat yang sama Rahbar menyinggung publikasi dokumen rahasia terklasifikasi dari salah satu institusi kredibel AS, terkait perintah mantan Presiden AS, Jimmy Carter untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran, hanya 10 bulan setelah kemenangan Revolusi Islam.

"Dalam dokumen rahasia tersebut, Carter memerintahkan CIA untuk menggulingkan Republik Islam Iran, dan strategi pertama yang digunakan untuk menggulingkan Republik Islam Iran adalah penggunaan propaganda," imbuhnya.

Di bagian lain paparannya, Rahbar menyampaikan analisa terkait tujuan orang-orang yang merancang kerusuhan-kerusuhan terbaru di Iran.

Ia menjelaskan, "Keterlibatan musuh asing dalam peristiwa-peristiwa ini sepenuhnya jelas. Tidak lama setelah disebutkan ada keterlibatan musuh asing, sejumlah orang segera membantahnya, dan mengatakan peristiwa-peristiwa ini adalah kesalahan Anda, ini keliru, keterlibatan asing jelas sekali."

Ayatullah Khamenei juga mengungkap keterlibatan nyata, dan tidak bisa dibantah orang-orang AS dan Eropa dalam peristiwa-peristiwa terbaru di Iran.

"Sarana terpenting yang digunakan musuh dalam kerusuhan-kerusuhan terbaru adalah propaganda, dan menyebarluaskan keraguan melalui media sosial, serta media-media Barat, Arab dan Ibrani," tambahnya.

Rahbar menegaskan, "Para perusuh yang turun ke jalan berteriak, mencaci maki, memecahkan kaca gedung, dan membakar tempat sampah, bukanlah orang-orang yang memprotes kelemahan-kelemahan negara, kelemahan manajemen, kelemahan ekonomi, kelemahan orang tertentu, bukan, saya katakan kepada Anda, justru yang terjadi sebenarnya adalah kebalikan dari ini. Mereka yang terlibat dalam kerusuhan dan menyulut kerusuhan, tujuan mereka bukan menyingkirkan kelemahan-kelemahan negara, tapi menghancurkan titik kekuatan negara."

"Tentu saja Iran menghadapi masalah-masalah ekonomi, dan kesulitan hidup warganya, akan tetapi apakah masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan membakar tempat sampah, dan dengan menciptakan kerusuhan di jalan ?," tanya Rahbar.

Ayatullah Khamenei menandaskan, "Tidak diragukan bahwa aksi-aksi semacam ini adalah pengkhianatan, dan institusi pemerintah harus menindak tegas dan adil pengkhianatan-pengkhianatan ini." (HS)