Khatib Shalat Jumat Tehran: Musuh Salah Perhitungan
-
Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari
Khatib shalat Jumat Tehran pekan ini menekankan, musuh salah perhitungan, bangsa Iran memilih logika revolusi.
Hujjatul Islam Mohammad Javad Haj Ali Akbari di khutbah Jumat terakhir tahun 1401 Hs di Tehran mengatakan, operasi berat menempatkan negara dalam bahaya selama lebih dari 100 hari, mereka menekan Iran dari semua sisi untuk mendapatkan buahnya di meja perundingan, pada musim gugur 1401 Hs, bangsa dan umat melawan tiga fitnah besar.
"Dengan perilaku yang tidak dapat digambarkan, mereka memasuki medan," ujar khatib shalat Jumat Tehran.
Haj Ali Akbari juga mengatakan, selanjutnya, dengan meracuni para siswa dan seruan hari Rabu terakhir tahun ini, mereka menjalankan rencananya. Diplomasi setan adalah kelanjutan dari masalah yang sama, di mana mereka ingin mengisolasi Iran dengan dalih hak asasi manusia.
Khatib shalat Jumat Tehran mengingatkan, meski rencana musuh sangat detail, tapi mereka salah perhitungan, dan tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Rahbar.
Haj Ali Akbari menegaskan, pemerintah menunjukkan fleksibilatasnya dengan amnesti Rahbar bagi mereka yang tertipu oleh para perusuh.
Lebih lanjut khatib shalat Jumat Tehran menambahkan, situasi front perlawanan pada tahun 1401 Hs sangat bagus; Suriah kembali ke dunia Arab, Irak membentuk pemerintahannya sendiri, Palestina memberikan pukulan berat kepada rezim Zionis, Lebanon melawan front Ibrani-Arab, dan yang kalah dari semua peristiwa ini adalah rezim Zionis.
"Perang di Ukraina, yang terus berlanjut, telah memengaruhi banyak hubungan dan tren global, serta telah menyebabkan krisis di ekonomi Barat, dan ekonomi internasional juga sangat terpengaruh, tetapi orang Amerika yang bodoh tidak berniat menjadi bijak dan kebodohan mereka terus berlanjut," ujar khatib shalat Jumat Tehran.
Haj Ali Akbari mengatakan, Amerika dari sisi ekonomi tahun lalu menghadapi hutang yang besar, dan ada peringatan mengenai kehancuran ekonomi negara ini dalam beberapa hari mendatang, sementara di sektor sosial, kondisi Amerika juga tidak bagus, dan sampai saat ini mereka masih disibukkan dengan pandemi Corona. (MF)