Kanaani: Iran Serius Selesaikan Masalah dengan IAEA
-
Nasser Kanaani
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani terkait laporan untuk memasang kamera baru IAEA menekankan, kebijakan serius Iran adalah menyelesaikan masalah dan kesalahpahaman dengan IAEA.
Nasser Kanaani Senin (8/5/2023) saat jumpa pers mengatakan, "Kami tidak akan mengijinkan isu yang berkaitan dengan aktivitas nuklir damai Iran dalam bentuk isu-isu yang diklaim menjadi hambatan bagi proses kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)."
Seperti dilaporkan pusat Humas pemerintah, Kanaani terkait sanksi potensial terhadap Iran juga mengatakan, "Kami tidak berminat mengambil tindakan berdasarkan asumsi, dan Iran menunjukkan bahwa dirinya serius untuk menjaga hak bangsa Iran, dan seperti yang kami nyatakan, aktivitas nuklir Iran bersifat damai."
"Hubungan Iran dan Mesir aktif ditingkat kantor penjaga kepentingan, dan pertukaran setiap pesan dan dialog senantiasa dilakukan melalui jalur ini," papar Nasser Kanaani.
Terkait statemen Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, Kanaani mengatakan, mereka telah menerima respon dari ucapannya, mereka mengakuti kebijakan sepenuhnya keriru keluar dari JCPOA, tapi ketimbang membahas isu-isu konstruktif untuk mengkompensasi kesalahan masa lalunya, mereka menggunakan retorika yang tidak tepat," ungkap jubir Kemenlu Iran.
Jubir Iran menekankan, Amerika Serikat bungkam terkait aktivitas rezim Zionis Israel dan tanggung jawab akibat langkah destruktif mereka, sementara aktivitas Iran senantiasa damai.
"Iran tidak akan mentolerir setiap agresi, dan akan memberi balasan tegas dan membuat mereka menyesal," kata Kanaani.
Jubir Kemenlu Iran terkait pengusiran empat diplomat Republik Azerbaijan mengatakan, Iran mengusir empat diplomat Azerbaijan sebagai respon atas langkah tak konstruktif Baku.
Menyinggung statemen Presiden Republik Azerbaijan, Ilham Aliyev, Kanaani mengatakan, hubungan kedua negara tidak dapat dipatahkan dan kita tidak boleh mengambil tindakan apapun yang bukan untuk kepentingan kedua negara, tapi ini adalah hal-hal yang diminati pihak-pihak yang ingin merusak hubungan kedua negara. (MF)