Kemenlu Ungkap Motif Klaim Baru Presiden Ukraina terhadap Tehran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i146392-kemenlu_ungkap_motif_klaim_baru_presiden_ukraina_terhadap_tehran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menanggapi klaim terbaru Presiden Ukraina, dan menekankan bahwa pengulangan klaim palsu Ukraina bertujuan untuk menarik lebih banyak senjata dan bantuan keuangan dari Barat.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 27, 2023 10:05 Asia/Jakarta
  • Kemenlu Ungkap Motif Klaim Baru Presiden Ukraina terhadap Tehran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menanggapi klaim terbaru Presiden Ukraina, dan menekankan bahwa pengulangan klaim palsu Ukraina bertujuan untuk menarik lebih banyak senjata dan bantuan keuangan dari Barat.

Nasser Kanani, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran hari Sabtu (27/5/2023) mengatakan, "Pengulangan klaim palsu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky terhadap Iran selaras dengan propaganda dan perang media dari poros anti-Iran melawan pemerintah dan rakyat Iran. Hal itu dilakukan dengan tujuan menarik lebih banyak senjata dan bantuan keuangan dari negara-negara Barat."

Jubir Kemenlu Iran menggambarkan pernyataan Presiden Ukraina terhadap Republik Islam Iran sebagai proyeksi untuk mengalihkan opini publik dan drama politik yang dikombinasikan dengan klaim tidak berdasar dan tidak berharga.

"Republik Islam Iran selalu menyatakan penentangan terhadap perang di Ukraina dan kelanjutannya, dan sangat menyesalkan terjadinya konflik yang menimbulkan rasa sakit dan penderitaan bagi rakyat Ukraina," ujar Kanani.

Ia juga menekankan perlunya menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik sesegera mungkin, dan siap membantu mewujudkannya.

Kanani menekankan bahwa klaim dan pertunjukan politik terhadap Iran tidak mengubah realitas perang di Ukraina, dan mengumumkan kesiapan Iran untuk melanjutkan negosiasi ahli dengan Ukraina.

"Pihak Ukraina menghindari negosiasi ahli dengan pihak Iran secara berurutan untuk menyelidiki klaim-klaimnya. Hal ini menegaskan ketidakberdasaran klaim mereka dan adanya tujuan dan motif politik tertentu di balik tuduhan tersebut," papar Kanani.(PH)