Poros Tehran-Riyadh Terbentuk, Israel Semakin Terisolasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i147990-poros_tehran_riyadh_terbentuk_israel_semakin_terisolasi
Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan dalam pertemuan dengan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan, "Dengan perluasan interaksi saat ini antara Iran dan Arab Saudi di semua tingkatan, maka akan muncul prestasi tiada henti yang akan menjadi jaminan tidak adanya negara asing yang mengintervensi kawasan,".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 19, 2023 09:43 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan dalam pertemuan dengan Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi mengatakan, "Dengan perluasan interaksi saat ini antara Iran dan Arab Saudi di semua tingkatan, maka akan muncul prestasi tiada henti yang akan menjadi jaminan tidak adanya negara asing yang mengintervensi kawasan,".

Ketika berita mengejutkan tentang perjanjian antara Iran dan Arab Saudi di Beijing untuk membuka kembali kedutaan dan konsulat mereka, Amerika Serikat dan rezim Zionis mengumumkan penentangannya, dan sekarang perjanjian ini telah memasuki tahap implementasi. 

Ketika otoritas politik dan media negara-negara kawasan menyambut baik kunjungan Menteri Luar Negeri Arab Saudi ke Iran dan mencerminkannya dengan cara yang positif dan optimis, media dan otoritas Zionis melihat masalah ini sebagai bentuk kegagalan politik mereka dibandingkan dengan waktu pengumuman perjanjian di Beijing. Media berbahasa Ibrani menggambarkan konvergensi antara Iran dan Arab Saudi sebagai penghambat normalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv. Mereka meyakini konvergensi ini akan merugikan kepentingan rezim Zionis dan akan bertentangan dengan upaya Israel dalam isolasi politik dan diplomatik Iran di Timur Tengah dan dunia.

Surat kabar New York Times melaporkan bahwa, para pemimpin Israel telah menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial selama bertahun-tahun dan meyakini Arab Saudi sebagai mitra potensial dan berharap dapat menjalin hubungan resmi dengan Riyadh. Oleh karena itu, berita kedekatan Iran dan Arab Saudi disambut dengan kejutan, keprihatinan dan introspeksi.

Hal itu juga meningkatkan rasa bahaya yang berasal dari perpecahan internal yang mendalam atas kebijakan kabinet yang dipimpin Netanyahu. Tampaknya, Netanyahu yang selama ini menampilkan dirinya sebagai pemimpin Israel yang paling memenuhi syarat untuk melawan Iran dan yang dapat melobi Arab Saudi terkejut dengan kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi. Masalah tersebut melemahkan harapan rezim Zionis untuk membentuk aliansi keamanan regional melawan Iran.

 

 

Menyusul kunjungan Ayatullah Raisi ke Beijing pada bulan Februari dan pembicaraan yang diadakan antara Presiden Cina dan Iran, Ali Shamkhani menindaklanjuti kesepakatan kunjungan tersebut dengan mengadakan negosiasi intensif untuk menyelesaikan masalah antara Tehran dan Riyadh.

Di akhir negosiasi ini, pada 10 Maret 2023, sebuah pernyataan tripartit dikeluarkan di Beijing yang ditandatangani oleh Ali Shamkhani, Perwakilan dari Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Iran, dan Mosaed Bin Mohammad Al-Aiban, Menteri Penasihat dan anggota Dewan Menteri dan Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi dan Wang Yi, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis dan Kepala Pusat Komite Kantor Urusan Luar Negeri Partai dan anggota Dewan Negara Republik Rakyat Cina, mengeluarkan kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi.

Semakin hari berlalu, langkah lain diambil untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan dan kerja sama antara Iran dan Arab Saudi, yang efek dan konsekuensinya dapat mencakup seluruh kawasan dan juga menguntungkan negara lain.

Menyusul pembukaan kedutaan dan konsulat Iran di Riyadh dan Jeddah, kedutaan dan konsulat Arab Saudi juga akan dibuka kembali di Tehran dan Mashhad setelah Idul Adha. Bersamaan dengan undangan resmi raja dan putra mahkota Saudi untuk presiden Iran guna mengunjungi Riyadh, Presiden Iran juga menyampaikan undangan resmi kepada raja dan Putra Mahkota Arab Saudi untuk mengunjungi Tehran. Penguatan poros Tehran-Riyadh akan menambah kegagalan musuh, terutama rezim Zionis yang menunjukkan kegagalan kebijakannya di kawasan.(PH)