Ghalibaf: Asia Jadi Pusat Kekuatan Ekonomi dan Politik Dunia
Ketua Majelis Syura Islami Iran menilai kembalinya Asia ke pusat politik dunia dan pemberdayaan ekonomi dan politik benua ini sebagai salah satu tantangan terpenting dari sistem internasional berorientasi barat di abad ke-21.
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dalam acara pembukaan pertemuan Komisi Tetap Perencanaan dan Anggaran Majelis Parlemen Asia (APA di Tehran hari Selasa (10/7/2023) menyatakan bahwa tantangan Barat hari ini adalah kembalinya Asia ke pusat kekuatan ekonomi dan politik di dunia.
"Cara untuk mencapai tujuan besar ini dan pengelolaan siklus sejarah ini adalah pelembagaan kerja sama multilateral dalam konteks konvergensi regional," ujar Ghalibaf.
"Negara-negara Asia dapat saling melengkapi dan memberikan identitas yang berbeda kepada orang Asia dalam bentuk kesatuan dalam pluralitas di abad ini," tegasnya.
Ketua Parlemen Iran memandang orientasi keagamaan sebagai salah satu aspek keragaman dan pluralisme dalam sejarah Asia, dan menyatakan bahwa konvergensi antara berbagai agama di dunia merupakan salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup umat manusia di dunia dengan penguatan budaya damai, aman, toleran, dan tenggang rasa.
Di bagian laian statemennya, Ghalibaf menambahkan, berdasarkan konvensi dan perjanjian internasional seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, segala bentuk penghinaan dan penodaan agama dan setiap perilaku ilegal terhadap individu dan kelompok agama tidak diperbolehkan dan dilarang.
ia juga mengutuk penodaan Al-Qur'an di Swedia, dan menekankan bahwa penghinaan terhadap kitab suci,dengan alasan apa pun dari pemerintah Swedia tidak dapat diterima.(PH)