Raisi: Izin Aksi Penistaan Al-Quran, Simbol Jahiliyah Modern
Presiden Republik Islam Iran menilai pihak yang mengeluarkan izin untuk melakukan aksi penistaan Al-Quran sebagai contoh jahiliyah modern dengan dalih kebebasan berbicara.
Seorang ekstremis bernama Salwan Momika melakukan aksi penistaan Al-Quran di Swedia pada 28 Juni di Stockholm, dan kembali melanjutkan aksi untuk kedua kalinya pada 20 Juli, dengan izin dari polisi negara ini.
Sehari kemudian, kelompok sayap kanan di Denmark membakar salinan Al-Quran di depan kedutaan Irak di Kopenhagen.
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam rapat kabinert hari Minggu (23/7/2023) mengatakan, "Pemberian izin otorisasi tindakan baru-baru ini dalam menistakan Al-Qur'an bertentangan dengan klaim kebebasan berbicara dan contoh dari jahiliyah modern".
"Salah satu petunjuk utama Al-Qur'an adalah memerangi kebodohan dalam segala bentuknya. Oleh karena itu para pengikut jahiliyah modern memiliki dendam terhadap Al-Qur'an," ujar Raisi.
"Gelombang kebangkitan kesadaran yang menyebar di dunia, akan menjadikan semua orang suatu hari nanti akan menyadari niat buruk, jahat dan tidak manusiawi dari mereka yang menistakan Al-Quran," tegasnya.(PH)