Raisi: Barat Tidak Patuhi HAM dan Aturan Internasional
Presiden Republik Islam Iran dalam pertemuan dengan salah satu diplomat yang baru dibebaskan dari penjara Eropa, Asadollah Asadi mengatakan bahwa Barat yang mengklaim sebagai pengusung hak asasi manusia tidak mematuhi hukum apapun.
Pada 30 Juni 2018, Asadollah Asadi, Sekretaris Ketiga Kedutaan Iran di Austria, ditangkap di Jerman di bawah konspirasi rezim Zionis dan agen dari beberapa dinas keamanan Barat. Kemudian dia dipindahkan ke Belgia dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pengadilan politik negara Eropa ini.
Pada tanggal 26 Mei 2023, setelah 5 tahun ditahan, akhirnya dibebaskan berkat upaya diplomasi pemerintah Iran, khususnya Presiden Republik Islam Iran, dan dikembalikan ke negaranya.
Sayid Ebrahim Raisi, Presiden Republik Islam Iran dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana bersahabat di rumah Asadollah Asadi hari Jumat (18/8/2023) mengucapkan selamat atas pembebasan para diplomat Iran ini dan keberhasilan serta kebanggaan dirinya dan keluarganya dalam ujian yang sulit ini.
"Pihak [Barat] yang mengklaim sebagai pengusung hak asasi manusia sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak mematuhi hukum apa pun, dan dengan pelanggaran yang jelas dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kekebalan diplomatik diplomat Iran, mereka melanggar aturan dan prinsip internasional," ujar Raisi.
Dalam pertemuan tersebut, Asadollah Asadi juga menyampaikan laporan penahanannya di penjara Jerman dan Belgia kepada Presiden Republik Islam Iran.(PH)