Menelisik Lawatan Menlu Iran ke Lebanon dan Dinamika Gaza
https://parstoday.ir/id/news/iran-i157750-menelisik_lawatan_menlu_iran_ke_lebanon_dan_dinamika_gaza
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian mengunjungi Beirut, ibu kota Lebanon, sebagai kelanjutan dari konsultasi mengenai krisis Gaza, dan bertemu serta berbicara dengan para pejabat negara ini serta para pejabat perlawanan Lebanon dan Palestina. ​
(last modified 2026-01-11T09:54:06+00:00 )
Nov 24, 2023 13:24 Asia/Jakarta

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian mengunjungi Beirut, ibu kota Lebanon, sebagai kelanjutan dari konsultasi mengenai krisis Gaza, dan bertemu serta berbicara dengan para pejabat negara ini serta para pejabat perlawanan Lebanon dan Palestina. ​

Serangan brutal rezim Zionis terhadap warga sipil Palestina di Gaza yang telah masuk klasifikasi genosida dalam berbagai undang-undang dan perjanjian hukum internasional menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk Iran.

Hossein Amirabdollahian, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, termasuk di antara pejabat yang banyak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk memberikan dukungan politik terhadap perjuangan Palestina di Gaza. Selain mengutuk kejahatan Zionis, Menlu Iran menekankan perlunya konsensus regional, dunia Islam, dan global untuk menghentikan perang di Gaza.

Amirabdollahian melakukan perjalanan ke Beirut, ibu kota Lebanon hari Kamis untuk melanjutkan dukungan politik Iran terhadap Palestina. Ini adalah perjalanan kedua menteri luar negeri Iran ke Lebanon dan perjalanan ketiga ke negara-negara kawasan sejak awal perang Gaza.

Perjalanan Menlu Iran ke Lebanon dan kunjungannya ke negara ini merupakan salah satu tindakan diplomasi praktis dalam mendukung masyarakat Gaza menghadapi kejahatan rezim Zionis.

Kunjungan Amirabdollahian ke Lebanon penting, karena Lebanon terlibat perang selama 48 hari terakhir dan berkali-kali mendapat ancaman dari rezim Zionis.

Meskipun Hizbullah Lebanon tidak ikut serta dalam perang ini secara besar-besaran, tapi mereka berhasil mengurangi sebagian kekuatan militer Zionis dari Gaza melalui serangan yang mereka lakukan.

 

Dalam pertemuan dengan Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Amirabdollahian menekankan dukungan Republik Islam Iran terhadap Lebanon.

Sebagaimana Republik Islam Iran, Lebanon juga mendukung Palestina melawan rezim Zionis. Dalam hal ini, Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati mengkritik pendekatan standar ganda beberapa negara dan organisasi internasional serta hak asasi manusia terhadap perkembangan di Gaza, dengan mengatakan, "Pertanyaan mendasar, di manakah hak asasi manusia? Lebanon telah menangani masalah Palestina sejak Nakba, 75 tahun yang lalu, karena kami menganggap Palestina adalah masalah hak yang ditindas dan  tidak boleh ada kekuatan yang merenggutnya,".

Alasan lain pentingnya lawatan Menlu Iran ke Lebanon adalah pertemuannya dengan para pejabat perlawanan Palestina.

Amirabdollahian dalam pertemuan dengan Ziyad Al-Nakhala, Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina, dan Khalil Al-Hayya, Kepala Hubungan Arab-Islam dan Wakil Ketua Hamas di Gaza menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban lebih dari 14.500 syuhada di Gaza dan Tepi Barat, serta mendoakan kesembuhan dan kesehatan segera bagi ribuan orang yang terluka akibat serangan brutal rezim Zionis di Gaza, dan mengucapkan selamat atas pencapaian dan kemenangan gerakan perlawanan.

Pertemuan Menlu Iran dengan para petinggi perlawanan Palestina juga penting, karena pertemuan ini terjadi menjelang pelaksanaan gencatan senjata antara Hamas dan rezim Zionis, dan menunjukkan dukungan Iran terhadap gencatan senjata tersebut.

Setelah Lebanon, Amirabdollahian akan melakukan perjalanan ke Qatar hari ini untuk berkonsultasi dengan pihak berwenang negara tersebut mengenai perlunya melanjutkan gencatan senjata di Gaza. Qatar telah memainkan peran penting dalam perjanjian gencatan senjata saat ini di Gaza.(PH)