JCPOA Hingga Dosa Besar Saudi Menurut Rahbar
-
Ayatullah Khamenei
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei bertemu dengan masyarakat Iran dari berbagai provinsi untuk menjelaskan beberapa topik penting.
Pada bagian pertama pidatonya, Rahbar menyinggung kesepakatan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1 atau yang dikenal dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA). Dalam hal ini, Rahbar memaparkan betapa JCPOA telah menjadi pengalaman bagi Iran membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah pihak yang sama sekali tidak dapat dipercaya.
Menurut beliau rakyat Iran sudah sejak lama menyadari hal tersebut, namun JCPOA telah membuktikan kepada semua masyarakat dunia bahwa AS adalah pihak yang tidak akan berkomitmen pada janjinya dalam kesepakatan yang ditandatanganinya sendiri.
Pada bagian selanjutnya, Rahbar menyinggung keakraban hubungan antara pemerintah Saudi dan rezim Zionis. Beliau menilai fenomena ini sebagai pengkhianatan terhadpa umat Islam.
Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei juga menilai langkah Saudi itu sebagai “dosa besar” dan pengkhianatan. Amerika Serikat juga dinilai beliau terlibat dalam langkah-langkah keliru secara massif ini mengingat pemerintah Saudi adalah pengekor dan patuh pada pemerintah Amerika Serikat.
Rahbar menyebut agresi Arab Saudi ke Yaman serta bombardir rumah, rumah sakit dan sekolah, juga berlanjutnya pembunuhan anak-anak Yaman, sebagai kejahatan besar lain Arab Saudi.
Namun Ayatullah Khamenei menyebutkan bahwa kejahatan itu juga dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai penyuplai senjata dan lampu hijau yang diberikan kepada rezim Al-Saud.
Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menyinggung sikap Sekjen PBB, Ban Ki-moon, di hadapan brutalitas Arab Saudi terhadap anak-anak Yaman, dan mengatakna, sayang sekali, bahkan ketika PBB akan mengecam kejahatan tersebut setelah sekian lama, Arab Saudi menutup mulut mereka dengan uang, ancaman dan tekanan.
Pada 2 Juni 2016, Sekjen PBB mengkritik keras Arab Saudi dan koalisinya karena menekan lembaga internasional itu untuk mencabut nama Arab Saudi dari daftar hitam rezim pembunuh anak-anak Yaman. Kemudian Ban menyatakan bahwa pihaknya akan menghapus nama Arab Saudi dari daftar hitam tersebut untuk sementara, setelah rezim monarki Saudi mengancam akan menghentikan pendanaan program-program kemanusiaan PBB. (MZ)